Breaking News

Cuaca Dinilai Mendukung, PG Mojopanggung Tulungagung Mulai Giling Tebu 3 Juni 2026

PG Mojopanggung akan memulai musim giling 2026 dengan pemanasan mesin penggilingan pada Senin (1/6/2026).

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
BONGKAR RATOON - Pelaksanaan program bongkar ratoon tebu di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur bersama gerakan serentak di Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026). PG Mojopanggung yang menerima tebu dari para petani ini berharap hasil program peremajaan ini mengangkat kualitas tebu yang dihasilkan. 

Ringkasan Berita:
  • PG Mojopanggung mulai memanaskan mesin giling pada 1 Juni 2026. 
  • Target rendemen tebu musim giling 2026 dipatok mencapai 7-8 persen. 
  • Pabrik menargetkan produksi gula sebanyak 33.705 ton tahun ini. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - PG Mojopanggung akan memulai musim giling 2026 dengan pemanasan mesin penggilingan pada Senin (1/6/2026).

Sementara tebu mulai dimasukkan ke dalam penggilingan pada Rabu (3/5/2026).

Plh General Manager PG Mojopanggung, Qiqien Gunarko, berharap tahun ini rendemen bisa di angka 7-8 persen.

“Tahun ini cuaca sangat mendukung. Harapannya target rendemen bisa tercapai,” ujar Qiqien.

Baca juga: Demi Kelancaran Musim Giling 2026, PG Meritjan Kediri Gelar Tradisi Selamatan Sebagai Simbol Harapan

Target Rendemen Naik Jadi 7-8 Persen

Musim giling 2025 lalu terkendala cuaca ekstrem di semua wilayah penghasil tebu untuk PG Mojopanggung.

Kemarau basah menyebabkan hujan turun hampir di sepanjang tahun, menyebabkan rendemen tebu rendah.

Saat itu rendemen tebu hanya sekitar 6 persen, sehingga biaya produksi meningkat.

“Tahun lalu kami genjot produksi dengan menambah kuantitas tebu yang digiling. Namun rendemen memang rendah,” tambahnya.

Baca juga: Sekolah Rakyat Tulungagung Mulai Dibangun Oktober 2026, Lahannya Terbelah Sungai

Andalkan Program Bongkar Ratoon

Qiqien sangat berharap peremajaan tanaman tebu lewat program bongkar ratoon.

Program ini digadang-gadang bisa meningkatkan produktivitas tebu dan jaminan ketersediaan bahan baku gula.

Dengan peningkatan produktivitas, maka penghasilan petani juga akan meningkat.

“Jika penghasilan petani meningkat, maka mereka akan selalu punya komitmen untuk menanam tebu. Ini bentuk dukungan swasembada pangan,” jelasnya.

Penanaman benih baru ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas tebu yang dihasilkan.

Tanaman baru juga akan meningkatkan rendemen, yang mempengaruhi jumlah gula yang dihasilkan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved