Harga Telur Anjlok
Bantu Serap Produksi Peternak, DPRD Jatim Usul MBG Perbanyak Menu Telur
Anggota Komisi B Khusnul Khuluk mendorong keseriusan pemerintah untuk mengatasi anjloknya harga telur di tingkat peternak
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- DPRD Jawa Timur mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperbanyak menu telur untuk membantu menyerap produksi peternak.
- Harga telur di tingkat peternak saat ini hanya Rp21.500 hingga Rp22.500 per kilogram, di bawah HPP yang mencapai Rp24 ribu per kilogram.
- DPRD meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar peternak tidak mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Komisi B Khusnul Khuluk mendorong keseriusan pemerintah untuk mengatasi anjloknya harga telur di tingkat peternak yang belakangan ini menjadi keluhan.
Untuk membantu peternak, maka Khusnul mendorong agar menu telur di program Makan Bergizi Gratis atau MBG perlu terus digalakkan.
"Misalnya seminggu dua kali menu telur, sehingga pasaran telur ini bisa terserap," kata politisi PKS ini ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Minggu (24/5/2026).
Belakangan ini, peternak memang menyuarakan keluhan terkait harga telur dari kandang.
Dari penjelasan peternak, harga telur dari kandang peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp21.500 hingga Rp22.500 per kilogram.
Baca juga: Peternak Mengeluh Harga Telur Anjlok, DPRD Jatim Soroti Dugaan Permainan Distributor
Harga tersebut jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai sekitar Rp24.000 per kilogram.
Bahkan angka itu juga masih lebih rendah dibanding harga acuan pembelian produsen yang berada di level Rp26.500 per kilogram.
Khusnul mengungkapkan, kondisi ini harus direspons secara cepat. Jika nantinya upaya penyerapan MBG ini belum sepenuhnya optimal maka pemerintah perlu memberikan subsidi kepada peternak.
Sebab jangan sampai peternak telur ini gulung tikar akibat harga telur dari kandang yang rendah sementara harga pakan tetap tinggi.
Tentu kondisi tersebut memberatkan para peternak. Khusnul mendorong betul agar pemerintah optimal menangani kondisi ini.
"Harapannya memang bisa menekan harga pakan, terutama yang dari impor ini, termasuk jagung dan lain sebagainya. Harga telur juga bisa distabilkan," tandasnya
Baca juga: Harga Telur Ayam di Ponorogo Anjlok, Jerit Peternak ke Pemerintah: Jangan Saat Naik Saja Minta Turun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/anggota-Komisi-B-DPRD-Jatim-Khusnul-Khuluk-berharap-Koperasi-Merah-Putih-bisa-dipersiapkan-matang.jpg)