Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Khofifah Tekankan Keadilan dalam Pembangunan Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar pemersatu bangsa

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Humas Pemprov Jatim
HARI LAHIR PANCASILA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (1/6/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Khofifah menegaskan Pancasila menjadi fondasi pembangunan dan pemersatu masyarakat Jawa Timur yang beragam.
  • Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen pada Triwulan I 2026, melampaui rata-rata nasional.
  • Indeks Kerukunan Umat Beragama Jawa Timur tahun 2025 mencapai 78,31, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar pemersatu bangsa, tetapi juga menjadi pedoman pembangunan daerah dan kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. 

Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (1/6/2026).

“Peringatan Hari Pancasila merupakan momentum merefleksikan kembali jati diri bangsa yang harus terus hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Api Pancasila harus tetap menyala dan hidup dalam jiwa setiap insan Indonesia,” kata Khofifah.

“Pancasila telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh,” imbuhnya.

Baca juga: Syukuran Hari Lahir Pancasila, PDIP Trenggalek Gelar Tumpengan dan Jaranan di Sekretariat DPC

Pancasila Jadi Jangkar Moral Bangsa

Gubernur Khofifah menuturkan, Pancasila juga kini menjadi jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. 

Maka, lanjutnya, nilai inilah yang terus menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia, khususnya Jawa Timur yang dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan secara rukun, harmonis, menghormati.

“Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan ideologi yang hidup, living ideology yang hadir dalam cara berpikir, bekerja, dan melayani masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengungkapkan, Jawa Timur merupakan rumah besar bagi lebih dari empat puluh dua juta penduduk dengan beragam suku, agama, budaya, bahasa, profesi, serta latar belakang sosial yang hidup berdampingan secara harmonis. 

Baca juga: Mulai Juni 2026, ASN Pemprov Jatim WFH Setiap Jumat, Gubernur Khofifah: Ada Penyesuaian

Pancasila Menjadi Dasar Pembangunan Jawa Timur

Dirinya meyakini, seluruh keragaman elemen tersebut bergerak dan berjalan dalam satu ruang kebangsaan yang sama di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Di sinilah Pancasila bekerja. Pancasila mempertemukan perbedaan, menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keadilan,“ ungkapnya. 

“Oleh karenanya, Pemprov Jawa Timur terus menempatkan nilai Pancasila sebagai dasar dalam setiap arah pembangunan daerah. Dalam kerangka Nawa Bhakti Satya dan sinergi dengan agenda pembangunan nasional, maka pembangunan Jawa Timur diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, inklusif, berdaya saing, berakhlak, dan berkeadilan,” terangnya.

Gubernur Khofifah melanjutkan, dari sisi ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan positif dan menunjukkan ketahanan dan kemajuan. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi sarana memperluas keadilan, manfaat pembangunan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved