Makan Bergizi Gratis

Imbas Makan Bergizi Gratis Telat dan Viral, Pengelola SPPG Sugio Lamongan Dijatuhi Teguran Tertulis

Polemik keterlambatan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sugio yang sempat viral di medsos akhirnya memasuki babak baru.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
SEKDA LAMONGAN - Ketua Satgas MBG yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, M Nalikan 
Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Polemik keterlambatan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sugio yang sempat viral di jagat media sosial akhirnya memasuki babak baru.

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kecamatan Sugio resmi dipanggil oleh otoritas daerah untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya.

Proses pemeriksaan dan klarifikasi tersebut digelar secara tertutup di Kantor Bappelitbangda Lamongan pada Senin (9/6/2026), setelah sebelumnya sempat tertunda dari jadwal awal yang direncanakan pada Jumat (5/6/2026).

Ketua Satgas Percepatan dan Monitoring Program MBG Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, membenarkan bahwa pihaknya telah menginterogasi pengelola guna membedah akar persoalan karut-marutnya manajemen pengiriman ransum nutrisi siswa tersebut.

Baca juga: Residivis Kambuhan di Lamongan Ditangkap Lagi, Terbukti Simpan 8 Paket Sabu dalam Kamar Rumah

"Sudah dilakukan klarifikasi terhadap permasalahan seringnya keterlambatan pengiriman MBG. Satgas memberikan teguran tertulis kepada Kepala SPPG dengan tembusan dan laporan ke BGN (Badan Gizi Nasional) pusat," tegas Nalikan saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026) sore.

Nalikan menambahkan, langkah penindakan tersebut murni merupakan wewenang dari Satgas Daerah demi menyelamatkan nama baik program strategis nasional ini. Hasil kelayakan dari berita acara pemeriksaan juga dikirim ke pusat sebagai bahan evaluasi komprehensif.

Alasan Pengelola: Layani 51 Titik dengan Medan Curam

Sebelumnya, program MBG di wilayah Sugio menjadi sorotan tajam publik pasca-beredarnya video amatir yang memperlihatkan aksi penolakan puluhan boks paket makanan oleh seorang guru di salah satu sekolah. Pihak sekolah terpaksa menolak karena makanan datang terlampau siang dan dianggap merusak konsentrasi serta jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Merespons rapor merah tersebut, Kepala SPPG Lebakadi Sugio, Zumrotion Nisa’, tidak menampik adanya kendala keterlambatan pengiriman di lapangan. Namun, ia berkilah bahwa timnya menghadapi kendala teknis dan geografis yang cukup berat.

“Jumlah lembaga yang harus kami layani ada 51 titik sekolah, dan rutenya cukup jauh dengan kondisi medan jalan yang curam. Sementara rata-rata dari pihak sekolah meminta pengiriman dilakukan serentak sebelum jam 9 pagi,” dalih Zumrotion Nisa’.

Satgas Minta Sekolah Aktif Lapor Mutu Gizi

Baca juga: Dampak Kenaikan Dolar & Avtur, Pengusaha Travel Umrah Lamongan Terpaksa Naikkan Harga Paket Jemaah

Guna memutus mata rantai masalah, Satgas MBG Lamongan kini tengah menerjunkan tim untuk mengaudit total manajemen internal SPPG, mulai dari kesiapan kapasitas dapur, kesiapan armada kurir, hingga pemetaan ulang linimasa rute pengiriman ke pos-pos sekolah penerima manfaat.

Tak hanya mengandalkan tim pengawas internal, Mohammad Nalikan juga mengetuk kesadaran seluruh komite dan jajaran lembaga sekolah di Kabupaten Lamongan untuk bertindak sebagai mata dan telinga pemerintah.

Pihak sekolah diminta tidak ragu atau takut untuk melayangkan aduan secara berkala ke posko pengaduan jika menemukan inkonsistensi pelayanan dari pihak SPPG.

“Kami meminta keterlibatan semua sekolah penerima MBG. Lembaga sekolah harus aktif memberikan laporan apabila menemukan keterlambatan distribusi maupun persoalan kualitas makanan, baik terkait ketepatan waktu distribusi, kualitas masakan, maupun kandungan gizinya,” pungkas Nalikan.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved