Harga BBM Naik
Cara Warga Bondowoso Hadapi Kenaikan Harga Pertamax, Terpaksa Beli Pertalite Tapi Takut Motor Brebet
Berikut ini adalah cara warga Bondowoso hadapi kenaikan Harga Pertamax yang ugal-ugalan.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Januar
Sementara itu, antrean di jalur Pertalite SPBU Kembang terpantau tidak terlalu panjang. Begitu pula di jalur Pertamax yang terpantau sepi antrean. Kondisi sepi ini terjadi lantaran jalan raya di depan SPBU Kembang tak lagi menjadi akses utama Bondowoso-Jember setelah Jembatan Sentong ambles.
Pemandangan berbeda terlihat di SPBU Tamansari. Jalur Pertalite tampak mengular hingga dua baris dengan panjang sekitar 10 meter. Sementara di lajur Pertamax tak ada antrean panjang, meski pembeli datang silih berganti.
"Tapi Pertalite memang begini sehari-hari antrinya," jelas seorang pria asal Kecamatan Tamanan yang ikut mengantre.
Uci, warga Kelurahan Nangkaan, juga menyatakan keputusannya beralih ke Pertalite. Namun, untuk menghindari antrean panjang di SPBU, ibu dua anak ini memilih membeli Pertalite eceran seharga Rp12.000 per liter.
Namun karena ini hari pertama kenaikan, jadi dirinya memilih eceren terlebih dahulu untuk menghindari antrian. Ke depan, mungkin akan akan menyiasati waktu antre membeli Pertalite.
"Cari yang cepat dan gak ribet dah," jelasnya.
Meski dibayangi kekhawatiran mesin motornya akan tersendat atau brebet, bagi Uci sudah tak ada pilihan lain di tengah situasi ekonomi sulit saat ini. Dulu, uang Rp30 ribu miliknya sudah cukup untuk membeli Pertamax demi menunjang aktivitas harian mengantar anak sekolah.
Namun sekarang, uang dengan nominal yang sama tidak cukup untuk mendapatkan 2 liter Pertamax.
"Bismillah saja kalau sekarang," katanya pasrah.
Adista Prabudi, Pengawas SPBU Kembang, mengatakan bahwa sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan drastis peralihan konsumen ke Pertalite di tempatnya bertugas.
"Kurang paham, ini kondisi sepi semua, baik Pertalite maupun Pertamax," jelasnya.
Kendati begitu, Adista memastikan pasokan Pertamax di areanya masih aman dan tetap berada di angka 8.000 liter per 2-3 hari. Begitu pula dengan kuota Pertalite yang stabil di angka 16.000 liter per hari.
"Tidak tahu juga, belum ada arahan lebih lanjut karena kan baru semalam naiknya," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/BBM-Jalur-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-terpantau-normal-di-SPBU-Kembang.jpg)