1.348 Peserta Ramaikan MTQ Jatim 2025 di Jember, Persaingan Diprediksi Sengit
Sebanyak 1.348 peserta akan tampil di kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Kabupaten Jember.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Poin penting:
- Sebanyak 1.348 peserta dari 38 daerah se-Jawa Timur akan berlaga dalam MTQ XXXI Jawa Timur 2025 yang digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Jember, terdiri dari 668 peserta putri dan 680 peserta putra.
- Pada hari pertama registrasi (11/9/2025), baru 13 daerah yang tiba, sedangkan 25 daerah lainnya dijadwalkan menyusul esok harinya; semua delegasi datang dengan mengenakan seragam batik khas daerah masing-masing.
- Kabupaten Jember menurunkan 53 peserta, namun absen di dua kategori lomba: kaligrafi digital dan tilawah tunanetra putri, karena pembinaan belum mencapai standar kompetitif.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Sebanyak 1.348 peserta akan tampil di kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Timur XXXI Tahun 2025 di Kabupaten Jember.
Ribuan Kafila tersebut berasal dari 38 daerah di Jawa Timur, yang akan bertanding dalam kompetisi baca tulis Al-Quran di GOR PKPSO Kaliwates Jember.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, pada hari pertama registrasi, baru peserta dari 13 daerah yang telah tiba di Bumi Pandalungan.
"Sedangkan 25 wilayah sisanya akan menyusul keesokan harinya. Total ada 1.348 kontestan terdaftar terdiri dari 668 peserta putri dan 680 peserta putra," ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, peserta delegasi dari 13 daerah hadir sejak pagi tadi, mengunakan seragam batik khas mereka.
"Delegasi dari berbagai daerah tiba secara bergelombang dengan mengenakan seragam batik khas masing-masing wilayah," tambah Hafid.
Baca juga: Target Juara Umum MTQ Jatim XXXI, Wali Kota Surabaya Siapkan Bonus Rp42 Juta Bagi Peraih Medali Emas
Lebih lanjut, dia menjelaskan Jember hanya menerjunkan 53 peserta pada MTQ tingkat Jawa Timur , untuk mengamati berbagai katagori perlombaan.
"Kecuali dua bidang yaitu seni kaligrafi digital dan kategori tilawah untuk penyandang tunanetra putri," ucap Hafid.
Hal tersebut karena pertimbangan pembinaan yang dilakukan belum mencapai standar, sehingga Jember memilih absen untuk mengikuti dua katagori lomba di MTQ kali ini.
"Berdasarkan proses pembinaan, evaluasi, dan assessment yang telah dilaksanakan, tim kita memiliki kematangan yang lebih baik ketimbang MTQ terdahulu," ulasnya.
Baca juga: Sidoarjo Pasang Target Tinggi di MTQ Jatim XXXI
Hafid mengakui persaingan MTQ tahun ini akan sangat sengit, karena setiap daerah pasti mengirim delegasi terbaiknya dalam pertandingan.
"Namun dengan evaluasi dari para pembina tingkat provinsi dan kabupaten, kami tetap yakin Jember mampu berkompetisi," ucapnya.
Mengingat pengalaman kejuaraan MTQ Jatim di Pasuruan tahun lalu. Tim dari Kabupaten Jember bisa meraih posisi nomor enam.
"Dengan sokongan warga, doa restu, serta determinasi peserta, Jember mampu mencapai ranking terdepan. Bahkan tidak tertutup peluang untuk memboyong trofi juara umum," omongnya.
| Sindikat Pencurian Sapi Lintas Daerah Dibongkar Polres Jember, Bawa Mobil saat Beraksi |
|
|---|
| Pemkab Jember Evaluasi Perumahan di Bantaran Sungai |
|
|---|
| Jembatan Gantung di Desa Jubung Jember Terputus Diterjang Luapan Sungai Bedadung |
|
|---|
| Bawang Merah di Jember Langka, Pedagang Terpaksa Impor dari Filipina dan Thailand |
|
|---|
| Harga Naik Bikin Konsumen Sepi, Pedagang Daging Ayam di Jember Kurangi Kulakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Peserta-Lomba-MTQ-Jatim-lakukan-registrasi-di-GOR-PKPSO-Kaliwates-Jember.jpg)