Dukung Efisiensi BBM, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan ASN Siap WFH

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur siap melaksanakan penerapan Work from home (WFH) untuk hemat bahan bakar minyak (BBM)

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
PENERAPAN WFH - Bupati Muhammad Fawait saat di gedung DPRD Jember, Jatim, Selasa (31/3/2026) Dia paparkan penerapan WFH di lingkungan Pemkab Jember. 
Ringkasan Berita:
  • Waktu Pelaksanaan: Mulai Jumat, 3 April 2026.
  • Tujuan Utama: Efisiensi penggunaan BBM dan penghematan subsidi negara.
  • Cakupan: ASN Kabupaten Jember dan potensi pembelajaran daring bagi siswa.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur siap melaksanakan penerapan Work from home (WFH) untuk hemat bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut dilakukan untuk menjalankan perintah pemerintah pusat yang akan melaksanakan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat (3/4/2026) mendatang.

"Kami siap apabila diperintah pemerintah pusat untuk menerapkan WFH atau pembelajaran secara daring," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Asal-usul dan Makna Tari Lahbako, Ikon Budaya Jember yang Angkat Peran Perempuan Petani Tembakau

WFH dan Pembelajaran Daring secara Terbatas

Menurutnya, penerapan kerja dari rumah tidak dilaksanakan satu pekan penuh, petunjuk dan teknis pelaksanaan akan diatur dalam waktu dekat.

"Saya yakin tidak mungkin satu minggu full baik WFH maupun belajar daring," kata pria yang akrab disapa Gus Fawait ini.

Selain itu, Fawait juga mengapresiasi keberanian pemerintah pusat yang tidak jadi menaikan harga BBM pada awal April 2026. Dia menilai keputusan tersebut sangat luar biasa.

"Amazing bagi saya, di saat harga minyak dunia fluktuatifnya gila gilaan bahkan (negera) tetangga kita sudah mulai kelabakan naiknya sangat besar," ucapnya.

Sementara Indonesia, lanjut dia, satu di antara negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak naikan harga BBM bahkan pasokannya stabil.

Baca juga: 1.447 Pendaftar SNBP Univeritas Jember Ajukan Beasiswa KIP Kuliah

"Tidak ada kelangkaan, kalau berkurang dikit dikit wajar lah. Jadi saya bersyukur," imbuh Fawait.

Meski demikian, Fawait berharap masyarakat untuk mengunakan BBM secara bijak terutama yang subsidi ditengah situasi geopolitik negara Timur Tengah tidak menentu.

"BBM kita stoknya aman, tapi kalau tidak bijak nanti memperparah beban pemerintah untuk subsidi BBM," tambahnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved