Harga LPG Nonsubsidi Naik Tinggi, Warga Jember Mulai Beralih ke Tabung 3 Kg
Kenaikan harga elpiji (LPG) non subsidi dikeluhkan oleh warga Jember. Warga yang mengeluh baik ibu rumah tangga maupun pelaku usaha.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Warga Jember mengeluhkan kenaikan harga LPG nonsubsidi, baik rumah tangga maupun pelaku usaha.
- Harga LPG 5,5 kg naik hingga sekitar Rp111–112 ribu, dan 12 kg mencapai Rp237 ribu di tingkat konsumen.
- Sebagian warga beralih ke LPG subsidi 3 kg karena harga lebih terjangkau
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai dikeluhkan warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dampaknya dirasakan baik oleh ibu rumah tangga maupun pelaku usaha yang bergantung pada gas untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu warga Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates Jember, Solihah, mengaku keberatan dengan harga LPG ukuran 5,5 kilogram yang kini mencapai sekitar Rp111.000 per tabung.
"Kebetulan punya saya habis, terus katanya sekarang harganya Rp 111.000. Itu berat bagi saya. Akhirnya punya saya tidak diisi, sementara pakai yang 3 kilogram," imbuhnya.
Ketika gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram sulit dicari beberapa waktu lalu, Solihah lebih banyak memakai gas yang ukuran 5,5 kilogram, atau bright gas. Sebab dia memiliki tabung gas pink, dan juga melon.
Baca juga: Kenaikan LPG Non Subsidi Bikin Pengusaha Kafe & Resto di Jatim Dilema, Naikkan Harga atau Efisiensi
Dia memakainya berseling. Namun ketika LPG 3 kg cukup sulit beberapa waktu terakhir, dia lebih sering memakai yang LPG 5,5 kilogram.
"Namun karena sekarang harga yang pink mahal, ya mau tidak mau memakai yang 3 kilogram saja," tegasnya.
Sedangkan sebuah tempat makan dan kedai kopi di Jalan Jawa Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember yang memakai gas elpiji 12 kilogram juga mengeluh.
"Ya, sekarang gas mahal, naik sejak beberapa hari lalu," ujar Zatan, pegawai kedai kopi tersebut.
Meski mahal, kedai kopinya belum menaikkan harga jual makanan dan minuman.
"Harga gas naik, plastik naik. Sementara harga makanan dan minuman belum naik. Tetapi kalau nanti ngefek di operasional, yang mungkin harga makanan dan minuman naik," ujarnya.
Dari pantauan TribunJatimdi sejumlah penjual tabung gas LPG, harga konsumen mencapai Rp 237.000 untuk gas non subsidi ukuran tabung 12 kilogram, dari sebelumnya Rp 201.000.
Sedangkan untuk tabung LPG 5,5 kilogram di harga Rp 112.000 dari sebelumnya Rp 95.000.
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Hotel Bondowoso Resah, Pengeluaran Naik 20 Persen |
|
|---|
| ASN di Sumenep Ternyata Masih Boleh Pakai Elpiji 3 Kg, Pemkab: Belum Ada Larangan Resmi |
|
|---|
| DPRD Jatim Warning Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg seusai Harga Nonsubsidi Naik: Berbahaya |
|
|---|
| Harga LPG 12 Kg Naik Rp 228 Ribu, Pengelola Bebek Sinjay di Bangkalan: Pasti Berdampak Pada Semua |
|
|---|
| Kenaikan LPG Non Subsidi Bikin Pengusaha Kafe & Resto di Jatim Dilema, Naikkan Harga atau Efisiensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tabung-LPG-55-kilogram-di-sebuah-agen-di-Kecamatan-Kaliwates-Jember.jpg)