Kritik Tajam Kepada Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok, Dinilai Langgar Etika Publik

Perilaku anggota DPRD Jember Achmad Syahri as Siddiqi yang tertangkap kamera bermain game sambil merokok saat RDP menuai kritik

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
MAIN GAME DAN MEROKOK - Tangkapan Layar anggota Komisi D DPRD Jember sedang main game saat RDP. Sejumlah pihak mengkritik keras Perilaku anggota Komisi D DPRD Jember yang bermain game sambil merokok dalam forum resmi kedewanan, Rabu, (13/5/2026). 

Ia menambahkan, fenomena viral semacam ini tidak hanya berdampak pada individu pelaku, tetapi juga menyeret citra lembaga DPRD dan partai politik tempat anggota tersebut bernaung.

Baca juga: Anggota DPRD Jember yang Viral di Medsos karena Main Game saat Rapat Ternyata Kader Gerindra

GMNI Jember Sebut Legislator Gen Z Gagal Jadi Teladan Politik

Kecaman terhadap perilaku Achmad Syahri juga datang dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jember.

GMNI Jember mengecam keras perilaku anggota dewan tersebut.
DPC GMNI Jember menilai persoalan ini tidak dapat dipersempit menjadi sekedar kesalahan individu semata.

Melainkan merupakan refleksi nyata dari krisis moral politik, buruknya kualitas wakil rakyat, serta mandulnya proses kaderisasi partai politik dalam membentuk disiplin dan etika kadernya.

Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Jember, Mochammad Faizin, menegaskan perilaku tersebut bukan hanya mencederai kehormatan lembaga DPRD, tetapi juga melukai kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik.

Menurutnya, perilaku tersebut menjadi aib karena dilakukan oleh Achmad Syahri As Siddiqi, anggota DPRD muda kelahiran 21 Juni 1999.

Juni nanti dia akan berusia 27 tahun. Saat dilantik sebagai anggota dewan 2024 lalu, Syahri merupakan anggota dewan termuda dari 50 anggota dewan. Ketika itu usianya masih 25 tahun.

Dia adalah legislator  masuk dalam kategori Gen Z,imbuh Faizin,  yang seharusnya identik dengan kemajuan intelektual dan adaptasi teknologi yang bijak.

Gen Z hari ini, kata Faizin, dibekali pisau yang ditempa keras oleh modernitas dan pesatnya perkembangan teknologi digital, sehingga seharusnya mampu menunjukkan disiplin, kualitas intelektual, serta tanggung jawab sosial ketika berada di ruang kekuasaan.

"Namun yang terjadi justru sebaliknya, perilaku tersebut malah memperkuat stigma negatif tentang budaya rebahan, mageran, dan kecanduan game tanpa mengenal situasi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved