Terima Keluhan Gaji Buruh Dicicil, DPRD Jombang Sidak Pabrik Plywood
Buruh pabrik plywood PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kabupaten Jombang, mengeluhkan persoalan gaji buruh yang dibayar secara dicicil.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dwi Prastika
Poin Penting:
- Buruh pabrik plywood PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kabupaten Jombang, mengeluhkan persoalan gaji buruh yang dibayar secara dicicil.
- Komisi D DPRD Jombang pun turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
- Pihak manajemen pabrik memastikan tetap berusaha memperbaiki kondisi, termasuk menyewa mesin baru dan memperhatikan kebutuhan dasar pekerja.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Persoalan gaji buruh yang dibayar secara dicicil di PT Sumber Graha Sejahtera (SGS), pabrik plywood di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD setempat.
Komisi D DPRD Jombang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi perusahaan pada Jumat (19/9/2025).
Langkah ini diambil setelah serikat buruh mengeluhkan praktik pembayaran upah yang tidak penuh saat hearing bersama DPRD beberapa waktu lalu.
Para pekerja menilai, perusahaan sudah lebih dari dua tahun tidak menjalankan kewajiban sesuai aturan.
Ketua Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ), Hadi Purnomo, menyebut, para buruh kerap hanya menerima separuh gaji di awal bulan. Sisanya baru dilunasi beberapa hari setelahnya.
“Sudah lama kami menerima gaji seperti ini. Tanggal 1 hanya cair 50 persen, kemudian sisanya menyusul. Kami berharap DPRD bisa menindaklanjuti masalah ini,” ucapnya saat dikonfirmasi kembali pada Jumat (19/9/2025).
Keluhan buruh ini pun sampai ke pihak pabrik yang langsung mengadakan pertemuan.
Dalam pertemuan dengan dewan dan Dinas Tenaga Kerja Jombang, manajemen PT SGS akhirnya membeberkan alasan di balik praktik tersebut.
Manajer perusahaan, Taufik Rizal Sutisna, menyebut unit pabrik di Jombang mengalami kerugian besar.
Baca juga: Massa Buruh Demo di depan Kantor Gubernur Jatim, Ada 6 Poin Tuntutan, Termasuk Kenaikan Upah
“Kerugian perusahaan mencapai sekitar Rp 120 miliar, atau sekitar 35 persen dari total produksi di Jombang,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah pada Jumat (19/9/2025).
Meski begitu, pihak manajemen memastikan tetap berusaha memperbaiki kondisi, termasuk menyewa mesin baru dan memperhatikan kebutuhan dasar pekerja.
Taufik juga menegaskan bahwa selisih waktu pembayaran gaji tidak akan terlalu lama.
“Untuk pencicilan gaji maksimal hanya tiga hari dari pembayaran pertama ke pembayaran berikutnya,” tambahnya.
PT Sumber Graha Sejahtera
Jombang
Hadi Purnomo
Rahmat Agung Saputra
TribunJatim.com
Berita Jombang Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Jelang Gencatan Senjata Iran-AS, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya? Kekhawatiran Muncul |
|
|---|
| Mojokerto Terang, DPRKP2 Alokasikan 2.020 Bohlam Baru untuk Ganti PJU Rusak di 18 Kecamatan |
|
|---|
| Dikritik Pelajar dengan Aksi Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Camat Bongkar Alasan Perbaikan Mandek |
|
|---|
| 33 Botol Miras Disita Jelang Laga Arema FC vs Persis Solo, Presidium Aremania Utas Minta Maaf |
|
|---|
| Baru Kerja 6 Bulan di Taiwan, Pria Asal Bangkalan Malah Kehilangan Nyawa di Mess Pabrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-D-DPRD-Jombang-menggelar-sidak-di-PT-Sumber-Graha-Sejahtera-SGS.jpg)