Cari Atlet Muda E-Sport Berbakat, Pelajar NU di Jombang Adu Gengsi di Mobile Legends

Gedung yang biasanya digunakan untuk aktivitas organisasi itu berubah menjadi arena e-sport bergengsi bagi pelajar dan mahasiswa muda Nahdlatul Ulama

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Anggit Puji Widodo
E-SPORT - Potret para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) saat bertanding E-sport Mobil Legend di Kantor PCNU Jombang lama, berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Minggu (7/12/2025) kemarin. Langkah awal lahirkan atlet E-sport berbakat dari Jombang. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Gedung yang biasanya digunakan untuk aktivitas organisasi itu berubah menjadi arena esport bergengsi bagi pelajar dan mahasiswa muda Nahdlatul Ulama.

Mereka berkumpul untuk bertanding dalam NU Student Game, turnamen Mobile Legends yang digelar PC IPNU-IPPNU Jombang di Kantor PCNU Jombang lama, berlokasi di Jalan Gatot Subroto pada Minggu (7/12/2025) kemarin.

Sejak babak awal dimulai, dukungan suporter memenuhi ruangan. Sambil membawa atribut tim masing-masing, mereka meneriakkan yel untuk menguatkan para pemain yang tengah berjibaku di layar ponsel.

Baca juga: Jombang Hadapi Kekosongan 5 Jabatan Eselon IIB di 2026, 2 Kepala Dinas Pensiun, Mutasi Tunggu Bupati

Laga Ketat dengan Dukungan Suporter Penuh Euforia

Format gugur yang diterapkan membuat setiap pertandingan berlangsung ketat dan penuh tekanan. Satu kesalahan kecil dapat menentukan siapa yang melaju dan siapa yang harus pulang.

Steering Committee kegiatan, Eka Shasmita Devy, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai ruang sehat bagi generasi muda yang tertarik pada dunia e-sport.

"Banyak pelajar punya bakat dan ketertarikan besar pada e-sport. Kami ingin mengemasnya dalam kompetisi resmi yang menjunjung sportivitas, bukan sekadar main santai," ucapnya dalam keterangan yang ditulis Tribunjatim.com, pada Senin (8/12/2025).

Lebih dari 20 tim berpartisipasi tahun ini, terdiri atas perwakilan 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 7 Pimpinan Komisariat (PK) perguruan tinggi. Peserta juga wajib berada dalam rentang usia keanggotaan IPNU-IPPNU, yakni maksimal 24 tahun.

Shasmita menegaskan, ajang ini bukan hanya kegiatan temporer. Ia menargetkan pembentukan komunitas e-sport di lingkungan organisasi pelajar NU. Dengan adanya wadah itu, bakat yang muncul dapat terus dibina bahkan diarahkan ke turnamen tingkat lebih tinggi.

"Kalau ada event yang lebih besar, kami ingin bisa mengirim atlet e-sport dari Jombang. Turnamen ini langkah awalnya," tambahnya.

Baca juga: Dengar Bunyi Mencurigakan Saat Salat Tahajud, Warga Jombang Dapati Motor di Teras Rumah Raib

Setelah melalui berbagai laga yang menguras strategi dan konsentrasi, PAC Ngoro berhasil keluar sebagai juara pertama.

PAC Mojowarno menyusul di posisi kedua, sementara PAC Bandarkedungmulyo menempati peringkat ketiga. Euforia kemenangan langsung pecah usai laga final usai, disambut pelukan dan tepuk tangan pendukung.

Shasmita berharap kemenangan tersebut menjadi pemantik prestasi bagi para peserta di masa mendatang.

"Kami ingin e-sport dipandang sebagai sarana pengembangan diri. Ada kreativitas, kerja sama tim, dan mental kompetitif yang bisa mereka bangun," tuturnya.

Turnamen ini menegaskan bahwa dunia remaja semakin dekat dengan perkembangan digital. E-sport telah menjadi arena baru bagi pelajar untuk menunjukkan potensi, menjalin persahabatan, sekaligus belajar tentang strategi dan kedisiplinan.

"Kami ingin membuktikan bahwa NU Student Game bisa menjadi wadah bagi generasi muda Jombang yang siap bergerak dan berprestasi di ranah kompetisi modern," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved