Harga Beras Medium di Jombang Naik Jelang Ramadan 2026, Menembus Rp14.000 per Kg
Sugandi (50), pedagang beras di Pasar Citra Niaga, mengakui lonjakan harga berdampak langsung terhadap penjualan.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Torik Aqua
Ringkasan Berita:
TRIBUNJATIM.COM - Warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur merasakan kenaikan harga beras menjelang bulan Ramadan 2026.
Sejumlah jenis beras terutama beras medium mengalami lonjakan harga.
Kenaikan itu terjadi salah satunya di Pasar Pon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
Harga beras medium jenis Ciherang kini menyentuh Rp14.000 per kilogram (kg).
Baca juga: Harga Beras Premium di Kota Kediri Melebihi HET, Pedagang Ditegur Disperindagin
Padahal sebelumnya, komoditas yang sama masih dijual di kisaran Rp13.500 per kg.
Salah satu pedagang beras, Iwan Pujianto (42), mengatakan kenaikan tersebut terjadi secara bertahap. Dalam beberapa waktu terakhir, harga Ciherang terus merangkak naik dari Rp13.500 menjadi Rp13.800, hingga akhirnya menembus Rp14.000 per kg.
"Baru sekitar empat hari ini naik lagi. Dari pengepulnya sudah lebih dulu naik," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com di lapak dagangannya di Pasar Pon pada Jumat (13/2/2026).
Menurut Iwan, kenaikan harga dipicu minimnya pasokan dari petani.
Saat ini, sebagian besar petani masih dalam fase tanam, sehingga stok beras di pasaran terbatas.
Kondisi tersebut diperparah dengan mundurnya masa panen akibat dampak kemarau panjang.
"Biasanya Januari–Februari sudah banyak yang panen. Tapi sekarang banyak yang terlambat," ujarnya melanjutkan.
Tak hanya Ciherang, beras medium jenis IR 64 juga mengalami penyesuaian harga.
Dari sebelumnya Rp12.500 per kg, kini naik menjadi Rp13.000 per kg.
Sementara itu, beras premium di Pasar Pon relatif stabil di angka Rp14.500 per kg.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Citra Niaga, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
Di pasar tersebut, harga beras medium naik dari Rp12.600 menjadi Rp13.600 per kg.
"Sedangkan beras premium yang sebelumnya dijual Rp13.600 per kg, sekarang di kisaran Rp14.600 hingga Rp16.800 per kg, tergantung kualitas dan merek," katanya.
Sugandi (50), pedagang beras di Pasar Citra Niaga, mengakui lonjakan harga berdampak langsung terhadap penjualan.
Daya beli masyarakat cenderung melemah ketika harga bahan pokok naik.
"Omzet pasti turun. Pembeli jadi lebih selektif," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Para pedagang memperkirakan tren kenaikan masih berpotensi berlanjut apabila pasokan belum kembali normal.
Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
"Kalau pasokan belum normal, ya kemungkinan pasti naik. Semoga ada langkah selanjutnya dari pemerintah," pungkasnya.
| Sosok dan Rekam Jejak Bos Tambang Penyuap Ketua Ombudsman Nonaktif Hery Susanto, Pernah Jadi Buronan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Rp4 Juta |
|
|---|
| Sikap Respect Cristiano Ronaldo soal Juara Al Nassr yang Tertunda karena Ulah Teman: Sudah Dekat |
|
|---|
| Kebakaran Toko Kelontong di Diwek Jombang, Warga Sempat Berupaya Padamkan Api |
|
|---|
| Kamaruddin Simanjuntak Ganti Nama Jadi Khaleb, Pengacara yang Dulu Berani Lawan Sambo Kini Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Jombang-Warsubi-bersama-Bapanas-di-Pasar-Pon-Jombang.jpg)