Pedagang Daging Sapi Jombang Protes ke Dinas Peternakan, Daging Luar Daerah Bikin Omzet Anjlok
Sebanyak 6 hingga 10 pedagang mendatangi kantor Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk menyampaikan keluhan
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pedagang Pasar Legi Jombang keberatan daging luar daerah dijual lebih murah.
- Selisih harga Rp92–95 ribu vs Rp100 ribu per kg picu omzet turun drastis.
- Jagal minta Disnak Jombang tertibkan distribusi lewat RPH Jombang.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Legi Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, menyuarakan keberatan atas masuknya daging dari luar daerah yang dijual langsung di pasar setempat.
Mereka menilai kondisi tersebut memicu persaingan harga tidak seimbang dan berdampak pada penurunan pendapatan pedagang lokal.
Sebanyak 6 hingga 10 pedagang mendatangi kantor Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk menyampaikan keluhan.
Mereka berharap ada langkah pengaturan distribusi agar harga di tingkat pasar kembali stabil.
Ulfa (51) dan Ira (43) dua pedagang daging di Pasar Legi yang ikut hadir ke Kantor Disnak Jombang mengungkapkan bahwa pasokan daging dari luar wilayah Rumah Potong Hewan (RPH) Jombang sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.
Daging tersebut diketahui berasal dari Krian dan kini jumlah pedagangnya terus bertambah.
Baca juga: Sikap Kapolres Jombang soal Sopir Bus Harapan Jaya Mabuk saat Antar Penumpang
Selisih Harga Picu Omzet Turun
"Dulu hanya satu orang membawa dengan motor, sekarang sudah tiga orang dan menggunakan mobil pick-up. Satu mobil bisa mengangkut berapa ekor sapi, tentu jumlahnya tidak sedikit," ucap Ulfa saat dikonfirmasi Tribunjatim.com di halaman luar kantor Dinas Peternakan Jombang pada Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, para pendatang itu merupakan pedagang berstatus jagal atau grosir yang langsung menjual daging secara eceran di kawasan Pasar Legi, khususnya di sisi utara dekat Jalan Mimbar.
Karena mengambil daging langsung dari sumber pemotongan, mereka dapat menawarkan harga lebih rendah dibandingkan pedagang lokal yang membeli dari pemasok.
Baca juga: Sambut Ramadan, Ribuan Botol Miras di Jombang Dimusnahkan, Jumlahnya Menurun Dibanding Tahun Lalu
Pedagang setempat biasanya mendapatkan harga patokan sekitar Rp 100 ribu per kilogram dari jeragan. Sementara itu, pedagang dari luar daerah berani menjual di bawah harga tersebut. Kondisi tersebut membuat pedagang lokal kesulitan bersaing.
"Kami kalah harga. Pembeli lebih dulu ke mereka. Kalau daging mereka belum habis, dagangan kami tidak tersentuh," keluhnya Ira menimpali.
Dampaknya, omzet harian pedagang mengalami penurunan signifikan. Ulfa yang sebelumnya mampu menjual sekitar 45 kilogram per hari, kini mengaku kesulitan mencapai angka tersebut. Ia bahkan harus menambah pinjaman kepada pemasok untuk tetap bisa berjualan.
Jagal Lokal Desak Penertiban Distribusi
"Saya sampai nambah pinjaman agar tetap bisa jualan," kata Ulfa.
Para pedagang berharap instansi terkait, khususnya Dinas Peternakan, dapat segera mengambil langkah pengaturan agar distribusi daging lebih tertib.
Mereka meminta adanya penataan pasokan melalui RPH Jombang supaya harga di tingkat pasar lebih seimbang dan tidak merugikan pedagang lokal.
"Kami sudah menyampaikan keluhan ini melalui ketua kami, Pak Yono. Harapan kami ada solusi yang adil untuk semua pedagang," pungkas Ulfa.
Jagal Lokal Desak Penertiban Daging dari Luar Daerah
Peredaran daging sapi yang diduga berasal dari luar wilayah Kabupaten Jombang memicu keresahan di kalangan jagal dan pedagang lokal. Kondisi ini terutama terjadi di Pasar Legi Jombang, yang menjadi salah satu pusat perdagangan daging di kota tersebut.
Ketua Jagal Jombang, Yono, menyampaikan keberatannya atas masuknya daging dari luar daerah yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan daging hasil pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Jombang. Menurutnya, selisih harga tersebut membuat pedagang lokal sulit bersaing.
Ia menjelaskan, harga daging dari RPH Jombang yang dijual kepada pengecer berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu, daging yang didatangkan dari luar daerah ditawarkan dengan harga antara Rp92 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram. Perbedaan ini dinilai berdampak langsung pada penurunan harga pasar secara keseluruhan.
Tak hanya soal harga, Yono juga menyoroti peningkatan volume pengiriman daging dari luar daerah. "Jika sebelumnya distribusi hanya dilakukan dalam jumlah kecil menggunakan sepeda motor, kini pengiriman disebut mencapai tiga unit kendaraan pikap dalam sekali masuk ke wilayah Jombang," ungkap Yono di lokasi yang sama kepada awak media.
Menurutnya, daging yang beredar tersebut tidak dipotong di RPH Jombang sehingga tidak memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah. Ia juga mengaku selama beberapa tahun terakhir rutin menyetorkan kontribusi kepada pemerintah daerah melalui aktivitas pemotongan di RPH, dengan nilai mencapai sekitar Rp10 juta setiap bulan.
"Saya setiap bulan itu setor Rp10 juta setiap bulan," bebernya.
Yono berharap instansi terkait segera mengambil langkah pengawasan dan penertiban untuk memastikan peredaran daging di pasar berjalan sesuai ketentuan.
"Pengawasan sangat diperlukan agar persaingan usaha tetap sehat dan pelaku usaha lokal tidak dirugikan," pungkas Yono.
Sementara itu, menanggapi hal ini, jurnalis masih mencoba melakukan upaya konfirmasi ke pihak Dinas Peternakan Kabupaten Jombang.
pedagang daging
Rumah Pemotongan Hewan (RPH)
Berita Jombang
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Sosok Ibas Ketua RT yang Bagikan GPS Motor ke Warganya Pakai Anggaran Rp 2,5 Juta, Tiap KK Dapat 1 |
|
|---|
| Pelaku Pungli Tumpak Sewu Lumajang yang Ditangkap Polisi Ternyata Pemakai Narkoba |
|
|---|
| Perbatasan Ponorogo-Pacitan Dilanda Longsor, Polisi Berlakukan Buka Tutup Jalur |
|
|---|
| Perang Iran vs Amerika-Israel Masih Berlangsung, Ribuan Jemaah Haji Asal Lumajang Tetap Berangkat |
|
|---|
| Hotman Paris Angkat Bicara Nasib Calon Polwan Diduga Dirudapaksa Oknum di Depan 3 Polisi Lainnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pedagang-daging-di-jombang-datangi-dinas-peternakan.jpg)