Atap Pasar Ploso Jombang Roboh, Dewan Desak Audit Proyek Rp3,9 Miliar

Insiden runtuhnya kanopi di bagian depan Pasar Ploso Jombang memicu reaksi keras dari kalangan legislatif.

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/DPRD Jombang - Tribunjatim.com/Anggit Pujie Widodo
ATAP PASAR AMBRUK: Ama Siswanto Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026) dan Kondisi atap teras lantai dua Pasar Ploso Jombang yang ambruk pada Rabu (18/3/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Kanopi Pasar Ploso Jombang roboh dini hari, padahal proyek revitalisasi menelan anggaran Rp3,9 miliar.
  • DPRD Jombang mendesak audit menyeluruh karena diduga ada masalah dalam perencanaan hingga pengawasan proyek.
  • Proyek masih masa pemeliharaan, sehingga kontraktor CV Panama bertanggung jawab atas perbaikan

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Insiden runtuhnya kanopi di bagian depan Pasar Ploso Jombang memicu reaksi keras dari kalangan legislatif.

Bangunan yang baru direhabilitasi dengan anggaran miliaran rupiah itu dilaporkan ambruk pada Rabu (18/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa ini langsung menjadi sorotan lantaran proyek revitalisasi pasar tersebut menghabiskan dana sekitar Rp3,9 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2025.

DPRD Jombang menilai, kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa, melainkan harus ditelusuri secara menyeluruh.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, menyebut keruntuhan kanopi tersebut mengindikasikan adanya persoalan serius dalam proses pembangunan, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan di lapangan.

Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran publik harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Menurutnya, pihak yang paling terdampak adalah para pedagang. Ia juga mengingatkan bahwa jika insiden tersebut sampai menimbulkan korban jiwa, konsekuensi hukum bagi pelaksana proyek bisa sangat berat.

Baca juga: Atap Pasar Ploso Jombang Ambruk Timpa Motor, Disdagrin Soroti Kualitas Struktur Bangunan

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jombang ini turut menyoroti peran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang sebagai pihak yang menangani proyek.

"Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan, termasuk mempertimbangkan pelibatan dinas teknis lain yang dinilai lebih kompeten dalam proyek konstruksi," ucapnya kepada Tribunjatim.com pada Rabu (18/3/2026).

Kritik juga diarahkan pada hasil revitalisasi pasar sebelumnya yang dianggap belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi pedagang.

"Hal ini dinilai sebagai tanda kurangnya perencanaan jangka panjang dalam pengembangan pasar," ungkapnya.

Di sisi lain, hasil pantauan di lokasi menunjukkan bagian kanopi yang runtuh memiliki panjang lebih dari 15 meter. Struktur tersebut lepas dari rangka penyangga, dimulai dari bagian tengah lalu menjalar ke sisi utara bangunan.

Baca juga: Ledakan Rumah Kontrakan di Jombang, 3 Warga Luka Bakar, Diduga Akibat Kebocoran Gas LPG

Reruntuhan juga sempat mengenai kabel di sekitar area pasar.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved