Anggaran Seragam DPRD Jombang Rp500 Juta Picu Protes Warga
Rencana pengadaan pakaian dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Jombang menuai kritik dari masyarakat.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Rencana pengadaan seragam DPRD Kabupaten Jombang tahun 2026 senilai sekitar Rp500 juta menuai kritik masyarakat.
- Aksi penolakan dilakukan Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) di depan kantor DPRD.
- Massa menilai pengadaan tidak mendesak karena kondisi ekonomi sulit dan seragam lama masih layak pakai.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Rencana pengadaan pakaian dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Jombang menuai kritik dari masyarakat.
Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat, Selasa (7/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap anggaran pengadaan seragam anggota dewan tahun 2026 yang nilainya mencapai sekitar Rp500 juta.
Anggaran itu mencakup empat jenis pakaian dinas, yakni pakaian sipil harian, pakaian sipil resmi, pakaian sipil lengkap, serta pakaian khas daerah.
Baca juga: Pegawai Bank BUMN di Jombang Ditahan, Terjerat Kredit Fiktif
Dalam demonstrasi itu, massa menampilkan aksi simbolik dengan menyajikan kopi menggunakan wadah berbahan daun.
Cara tersebut menjadi sindiran terhadap mahalnya harga plastik yang dinilai semakin membebani masyarakat, namun berbanding lurus dengan pengadaan seragam untuk wakil rakyat.
Ketua FRMJ, Joko Fattah Rochim, menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Ia menilai kenaikan harga kebutuhan pokok, termasuk bahan plastik, telah berdampak pada pelaku usaha kecil.
Menurutnya, pengadaan seragam dewan merupakan program rutin yang perlu dievaluasi.
Ia mempertanyakan urgensi anggaran tersebut karena seragam sebelumnya dinilai masih layak digunakan.
"Jika masih bisa dimanfaatkan, seharusnya tidak perlu ada pengadaan baru. Anggaran bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com di depan DPRD Jombang.
Selain itu, massa juga menyoroti ketidakhadiran anggota DPRD saat aksi berlangsung. Para legislator diketahui tengah menjalankan kunjungan kerja di luar daerah.
"Yang tidak dimakan saja seperti plastik ini harganya sudah mahal setengah mati. Sembako juga naik, kami-kami ini yang mau jualan juga tidak berani menaikkan harga," kata pria yang akrab disapa Cak Fattah ini.
DPRD Kabupaten Jombang
Berita Jombang
Jombang
pengadaan seragam
pengadaan pakaian dinas
pengadaan seragam DPRD
DPRD Jombang
| Pegawai Bank BUMN di Jombang Ditahan, Terjerat Kredit Fiktif |
|
|---|
| Jombang Terapkan WFH Setiap Jumat: Strategi Pemkab Tekan Anggaran dan Polusi Mulai April 2026 |
|
|---|
| Kepesertaan JKN di Jombang Tembus 96 Persen, 1,3 Juta Warga Sudah Terdaftar |
|
|---|
| Topeng Jatiduwur Jombang, Warisan Majapahit untuk Hiburan sekaligus Pemenuhan Nazar dan Ruwatan |
|
|---|
| Pedagang di Jombang Turun ke Jalan, Minta PKL Liar Zona Merah Segera Ditertibkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Aksi-unjuk-rasa-massa-Forum-Rembug-Masyarakat-Jombang-FRMJ.jpg)