Pemkab Kediri Gelar Pangan Murah di 13 Titik, Stok Beras dan Cabai Melimpah

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)

Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Isya Anshori
PANGAN MURAH - Suasana gerangan pangan murah di area Masjid An Nur Pare Kabupaten Kediri pada bulan Februari 2025 lalu. Program ini kembali digelar di 13 titik pada bulan September 2025 yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan sasaran utama masyarakat desa agar lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Poin penting:

  • Pemkab Kediri melalui DKPP menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 13 titik desa sepanjang September 2025 untuk memudahkan akses masyarakat terhadap bahan pokok terjangkau.
  • GPM bertujuan menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, di tengah kondisi pasokan pangan yang dipastikan aman dan mencukupi.
  • Meskipun sempat terjadi kerusuhan di area Kantor Pemkab, DKPP menegaskan bahwa distribusi pangan tetap stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan.
     
     Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang September 2025.

Program ini digelar di 13 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan sasaran utama masyarakat desa agar lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Berdasarkan jadwal resmi, kegiatan pangan murah berlangsung sejak Selasa (2/9/2025) hingga Selasa (30/9/2025).

Lokasi pelaksanaan meliputi Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Desa Wonoasri Kecamatan Grogol, Desa Parang Kecamatan Banyakan, Desa Plosolor Kecamatan Plosoklaten. 

Selanjutnya di Desa/Kecamatan Kepung, Desa Wonorejo Kecamatan Puncu, Desa Sumberjo Kecamatan Ngasem, Kecamatan Pagu, Desa Sukoharjo Kecamatan Kayen Kidul.

"Lalu Desa Sebet Kecamatan Plemahan, Desa Pehkulon Kecamatan Papar, Desa Klampitan Kecamatan Purwoasri dan Desa Dungus Kecamatan Kunjang," kata Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Arbai, saat dikonfirmasi Senin (8/9/2025).

Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Kota Kediri Bantu Warga Hemat Belanja, Beras 5kg Dijual Cuma Rp57.000

Arbai menuturkan selain GPM, dia memastikan bahwa stok pangan daerah dalam kondisi aman. Dia menegaskan program pangan murah menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi inflasi.

"Prakiraan produksi beras di bulan September mencapai 4.058,1 ton dengan ketersediaan total 36.870,1 ton. Kebutuhan hanya sekitar 9.946,5 ton sehingga masih ada surplus 26.923,6 ton," jelas Arbai.

Selain beras, komoditas lain juga menunjukkan tren surplus. Jagung misalnya, diproduksi sebanyak 23.423,4 ton dengan ketersediaan 30.423,4 ton. Sementara kebutuhan hanya 19.931,2 ton sehingga tersisa surplus 10.492,2 ton.

Di sisi lain, bawang merah dan cabai merah juga tercatat aman. Produksi bawang merah mencapai 793,6 ton, dengan surplus sekitar 450,9 ton. Cabai merah surplus 17,7 ton, sedangkan cabai rawit bahkan mencatat surplus besar hingga 10.114,5 ton. 

"Cabai rawit September ini produksinya 10.346 ton, jauh di atas kebutuhan 275,5 ton," terang Arbai.

Untuk komoditas minyak goreng, ketersediaan di Kabupaten Kediri mencapai 2.150,9 ton, sementara kebutuhan hanya 1.821,2 ton sehingga ada cadangan 329,8 ton. Bawang putih juga relatif aman dengan surplus 50 ton.

Baca juga: Ribuan Warga Gotong Royong Bersihkan Kantor Pemkab Kediri Pasca Kerusuhan

"Daging sapi dan daging ayam ras juga cukup. Daging sapi surplus 206,3 ton, daging ayam surplus 554,6 ton, sementara telur ayam surplus hingga 4.887 ton," lanjut Arbai.

Tidak hanya pangan segar, kebutuhan olahan seperti gula pasir, kedelai, hingga tempe juga aman.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved