Bupati Kediri Mas Dhito Kaji WFH ASN dan Perluasan CFD untuk Efisiensi BBM
Pemkab Kediri terus mematangkan rencana penerapanWFH ASN dengan mengaitkannya pada kebijakan perluasan CFD
Penulis: Isya Anshori | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pemkab Kediri mengkaji penerapan WFH ASN untuk efisiensi BBM.
- Kebijakan akan diintegrasikan dengan perluasan Car Free Day (CFD).
- Uji coba direncanakan mulai pekan depan dengan evaluasi berkala.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri tengah mematangkan rencana penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan bahwa hingga saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap perumusan dan pengkajian mendalam.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri tasyakuran Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri di Kantor Pemkab Kediri, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Kucurkan Rp 58 Miliar, Pemkab Kediri Kebut Pembangunan Tahap III Stadion Gelora Daha Jayati
Opsi WFH Hari Jumat
Mas Dhito menjelaskan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penerapan WFH pada hari Jumat, mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
"Untuk WFH kita lihat dulu, kalau ditetapkan di hari Jumat, sejauh mana efisiensi penggunaan BBM-nya. Kemungkinan kita akan ikut pemerintah pusat, tapi tetap kita evaluasi," katanya.
Baca juga: Pewe Waterboom Resmi Dibuka: Ratusan Pengunjung Menyerbu, Jadi Magnet Wisata Baru di Kras Kediri
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan secara berkala, baik setiap dua minggu maupun satu bulan sekali. Jika hasilnya tidak signifikan dalam mengurangi konsumsi BBM, maka kebijakan tersebut akan dikaji ulang.
"Kalau ternyata pengurangan penggunaan BBM tidak signifikan, maka akan kita konsultasikan lagi dengan Kementerian Dalam Negeri," jelasnya.
Perluasan CFD Masih Dikaji
Selain WFH, Pemkab Kediri juga tengah mempertimbangkan perluasan titik pelaksanaan CFD di beberapa wilayah, seperti Simpang Lima Gumul (SLG), Pare hingga Ngadiluwih.
Namun, Mas Dhito menilai perluasan CFD juga memiliki tantangan tersendiri. Ia khawatir masyarakat justru tetap menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju lokasi CFD yang lebih jauh.
"Kalau CFD kita tambah di SLG atau Pare, orang dari jauh tetap harus ke sana. Jangan sampai justru tetap naik kendaraan bermotor, sehingga tidak mengurangi penggunaan BBM," ungkapnya.
Karena itu, menurutnya, kebijakan WFH dan CFD harus dirancang secara terintegrasi agar tujuan utama, yakni efisiensi energi, benar-benar tercapai.
Mas Dhito menegaskan bahwa inti dari kebijakan yang diarahkan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri adalah untuk menekan konsumsi BBM, termasuk melalui pengaturan pola kerja ASN.
Selain itu, Pemkab Kediri juga melakukan penyesuaian pada kebijakan perjalanan dinas, khususnya perjalanan dalam negeri, sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran dan energi.
Bupati Kediri
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana
WFH
Mas Dhito
berita Kediri
CFD
Multiangle
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Ledakan LPG di Rumah Warga Trenggalek, Diduga Akibat ART Salah Mendengar Perintah, 3 Terluka |
|
|---|
| Industri Tekstil Mulai Beralih ke Truk Listrik, Biaya Operasional Turun hingga 40 Persen |
|
|---|
| Kembali ke Kanjuruhan, Arthur Cunha Rindu Atmosfer Aremania |
|
|---|
| Puji Kualitas Persita, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Yakin Pertandingan Berjalan Menarik |
|
|---|
| Awal Mula Lansia di Sampang Dihajar Kerabat karena Tak Mau Ambilkan Air Obat yang Sudah Didoakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bupati-kediri-mas-dhito-soal-cfd.jpg)