Petani di Ngadiluwih Kediri Dapat Bantuan Benih Jagung & Traktor

Bupati Kediri kembali menyalurkan bantuan benih jagung dan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kecamatan Ngadiluwih.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Alga W
Dok Humas Pemkab Kediri
BANTUAN - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kembali menyalurkan bantuan benih jagung dan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kecamatan Ngadiluwih, Kamis (7/5/2026). 

Selain persoalan alat pertanian, petani tebu di Kecamatan Ngadiluwih juga mengeluhkan serangan hama uret yang dinilai mulai mengganggu produktivitas lahan.

Tak hanya itu, para petani juga meminta dukungan infrastruktur pertanian, khususnya untuk membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian saat musim kemarau.

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana membangun sumur submersible di dua titik pada tahun 2026, yakni di Desa Badal Pandean dan Desa Ngadiluwih.

Selain pembangunan sumur, pemerintah juga akan membangun jaringan irigasi tersier di Desa Bangle guna memperkuat sistem pengairan pertanian.

Khusus terkait penanganan hama uret, Mas Dhito meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan segera turun tangan melakukan penanganan di lapangan agar tidak semakin meluas.

"Untuk menangani hama uret kami minta (Dinas Pertanian dan Perkebunan) turunkan tim untuk dibersihkan, dikasih obat karena kalau tidak segera diselesaikan bisa berbahaya," ucapnya.

Mas Dhito juga berpesan kepada para petani agar bantuan alat dan mesin pertanian yang telah diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Baca juga: Wabup Minta Ratusan CJH yang Diberangkatkan Mendoakan Kesejahteraan Masyarakat Situbondo

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sukadi menambahkan, wilayah Kecamatan Ngadiluwih menjadi salah satu kawasan pertanian tebu terbesar di Kabupaten Kediri dan masuk dalam program ketahanan pangan yakni swasembada gula nasional.

Pada tahun 2026 ini, pemerintah mengalokasikan program bongkar ratoon seluas 650 hektare dengan dukungan bantuan benih sebesar Rp10 juta per hektare serta bantuan ongkos kerja harian Rp4 juta per hektare.

"Total bantuan yang digelontorkan mencapai sekitar Rp9,1 miliar," ucapnya.

Selain sektor tebu, petani jagung di Kecamatan Ngadiluwih juga mendapatkan bantuan lebih dari 3 ton benih jagung senilai sekitar Rp280 juta yang disalurkan pada Mei hingga Juni 2026.

Sukadi menyebut, untuk menghadapi musim kemarau pemerintah daerah juga akan membangun sumur submersible guna mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian agar produktivitas petani tetap terjaga.

"Akan kami realisasi tahun ini sekitar 5 sumur submersible," ucapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved