Simpan Misteri Percandian Raksasa, Situs Adan-adan Diduga Lebih Luas dari Borobudur
Situs Adan-Adan di Dusun Genuk, Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur kembali menjadi perhatian publik.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Situs Adan-Adan kembali menjadi sorotan setelah viral di media sosial karena diduga merupakan kompleks percandian Buddha kuno berukuran sangat besar, bahkan disebut-sebut melebihi Candi Borobudur.
- Penelitian sejak 2016 menemukan berbagai artefak seperti makara raksasa, arca Buddha, stupa, kepala kala, dan Dwarapala. Hasil karbon dating memperkirakan situs berasal dari abad ke-9 hingga ke-11 dengan pola bangunan mandala yang luas.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Situs Adan-Adan di Dusun Genuk, Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur kembali menjadi perhatian publik.
Temuan berbagai struktur dan artefak purbakala di kawasan tersebut memunculkan dugaan bahwa situs itu merupakan kompleks percandian kuno dengan ukuran sangat luas.
Perbincangan mengenai Situs Adan-Adan ramai di media sosial setelah muncul video yang menyebut kawasan tersebut sebagai kompleks percandian terbesar yang diduga melebihi Borobudur.
Video itu memperlihatkan proses ekskavasi hingga pengangkatan ornamen makara berukuran besar dari dalam tanah.
Makara sendiri merupakan ornamen khas candi yang biasanya ditempatkan di bagian tangga atau pintu bangunan sebagai simbol penolak bala.
Baca juga: Mengungkap Candi Pamotan, Situs Bersejarah Peninggalan Majapahit di Sidoarjo yang Nyaris Terlupakan
Temuan makara berukuran besar itulah yang kemudian memicu spekulasi mengenai besarnya kompleks percandian di kawasan tersebut.
Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan menjelaskan, situs tersebut pertama kali ditemukan pada 2016 dan sejak itu terus dilakukan penelitian maupun ekskavasi oleh tim arkeologi nasional hampir setiap tahun.
Menurutnya, temuan kepala arca Buddha saat penggalian tahun 2020 semakin menguatkan dugaan bahwa Situs Adan-Adan merupakan kompleks candi Buddha kuno.
"Dari hasil karbon dating, diperkirakan situs ini berasal dari abad ke-9 sampai ke-11. Kemudian ditemukan juga beberapa arca yang belum selesai dikerjakan lalu ditinggalkan. Jadi disinyalir dulu pembangunannya belum selesai," jelasnya, Sabtu (9/5/2026).
Ikhwan menyebut hingga kini kawasan situs belum seluruhnya terbuka. Dari total puluhan titik ekskavasi yang dilakukan, baru sebagian kecil struktur bangunan yang berhasil dimunculkan ke permukaan.
Dia menjelaskan, bangunan inti diperkirakan memiliki ukuran sekitar 21 meter dengan pola mandala, yakni terdapat bangunan utama di tengah yang dikelilingi beberapa teras hingga bagian terluar kompleks.
"Bangunannya bersifat mandala. Ada bangunan inti di tengah, lalu teras luar sampai bagian terluar. Jadi kemungkinan kompleksnya memang besar," katanya.
Di area situs juga ditemukan berbagai artefak lain seperti fragmen stupa, kepala kala, arca Buddha, hingga Dwarapala. Salah satu Dwarapala pasangan dari situs tersebut kini tersimpan di Museum Airlangga Kota Kediri.
| Persebaya Imbang Lawan Persis Solo, Bernardo Tavares Tetap Puji Pemainnya: Kami Menghargai Satu Poin |
|
|---|
| Bonek dan Bonita Kecewa Berat Persebaya Imbang saat Lawan Persis Solo: Seharusnya Menang |
|
|---|
| Jawaban Mensos Gus Ipul soal Kasus Kiai Cabul di Pati: Pelaku Harus Dihukum Seberat-beratnya |
|
|---|
| Ramalan Cuaca Jatim Minggu 10 Mei 2026, Tiga Daerah Mengalami Hujan di Siang Hari |
|
|---|
| Pemain yang Dulu Dibuang AC Milan, Kini Gemilang Raih Juara di Klub Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/SITUS-Suasana-Situs-Adan-Adan-di-Dusun-Genuk-Desa-Adan-Adan-Kecamatan.jpg)