Desak Penuntasan Kasus Dugaan KKN Perangkat Desa, Massa AKAR Kembali Geruduk Pemkab Kediri
Massa mendesak agar Bupati tegas menuntaskan persoalan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses pengisian perangkat desa.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- AKAR kembali menggelar aksi damai di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Rabu (13/5/2026).
- Massa mendesak agar Bupati tegas menuntaskan persoalan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses pengisian perangkat desa.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Kediri Raya (AKAR) kembali menggelar aksi damai di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Rabu (13/5/2026).
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar pada akhir April lalu terkait dugaan penyimpangan pengisian perangkat desa tahun 2023.
Baca juga: Pria Terancam 20 Tahun Penjara usai Ambil Kardus di Dermaga Pagerungan Besar
Massa mulai berkumpul sekitar pukul 10.30 WIB, dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, agar tegas menuntaskan persoalan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses pengisian perangkat desa.
Dalam orasinya, massa menilai, penanganan kasus yang kini masih berjalan di Pengadilan Tipikor Surabaya belum menyentuh seluruh pihak yang diduga terlibat.
Aksi sempat memanas ketika massa mencoba membakar ban di depan kantor Pemkab Kediri.
Namun, upaya tersebut langsung dicegah aparat kepolisian dan petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi.
Meski demikian, demonstrasi tetap berlangsung kondusif hingga berakhir sekitar pukul 12.30 WIB siang.
Salah satu orator aksi, Bagus Romadhon mengatakan, demonstrasi kali ini menjadi bentuk desakan.
Agar pemerintah daerah serius menindaklanjuti kasus dugaan penyimpangan perangkat desa yang telah menyeret sejumlah terdakwa ke meja hijau.
"Hari ini adalah aksi lanjutan dari teman-teman Aliansi Kediri Raya. Kita punya visi yang sama untuk mendukung pernyataan Mas Dhito mengantarkan lurah dan camat yang terlibat KKN perangkat desa," jelasnya.
Menurut Bagus, massa mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Bagus juga menyoroti langkah jaksa penuntut umum (JPU) yang melakukan banding terhadap putusan terdakwa dalam perkara tersebut.
"Kita menduga ada pesanan. Karena JPU tersebut adalah anaknya salah satu orang yang dikenal sebagai orang kepercayaannya Mas Dhito," ungkapnya.
Dalam aksi, massa juga menyinggung vonis terhadap terdakwa yang dinilai lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya.
| Apresiasi Dedikasi Kader PKK Desa, Bupati Mas Dhito Minta Fokus Dampingi Warga Desil 1-4 |
|
|---|
| Kisah Haru 3 Bocah di Kediri, Diasuh Kakek-Nenek dalam Keterbatasan, Kini Dapat Bantuan |
|
|---|
| Petani di Ngadiluwih Kediri Dapat Bantuan Benih Jagung & Traktor |
|
|---|
| Wacana Sekolah 5 Hari Masih Digodok Pemkab Kediri, Bupati Mas Dhito Siapkan Uji Coba Tahun Ini |
|
|---|
| Kunjungan Pangdam V Brawijaya di Kediri Soroti Kekompakan Dua Kepala Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/aksi-damai-di-depan-Kantor-Pemkab-Kediri.jpg)