Progres Sekolah Rakyat Kediri Capai 76 Persen, Kuota SMP dan SMA Sudah Terlampaui
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, terus menunjukkan progres positif.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri telah mencapai lebih dari 76 persen dan ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru Juli 2026.
- Proses penjangkauan dan seleksi calon siswa masih berlangsung hingga akhir Juni 2026, dengan prioritas bagi keluarga miskin ekstrem kategori desil 1 dan 2.
- Jumlah calon siswa SMP dan SMA yang lolos verifikasi sudah melebihi kuota
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus menunjukkan progres positif.
Hingga awal Juni 2026, pembangunan fisik sekolah telah mencapai lebih dari 76 persen dan ditargetkan rampung sebelum dimulainya ajaran baru tahun ajaran 2026/2027 pada Juli mendatang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono mengatakan bahwa selain pembangunan gedung, proses penjangkauan dan seleksi calon siswa juga masih terus berjalan.
Tahapan tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 sebelum penetapan peserta didik dilakukan.
"Proses penjangkauan masih berjalan sampai akhir Juni. Setelah itu baru dilakukan penetapan siswa yang diterima di Sekolah Rakyat," ujar Subur saat ditemui di RS SLG, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Surat Instruksi PBNU Soal Munas dan Konbes NU 2026 Beredar, Ponpes Al Falah Ploso Kediri Tuan Rumah?
Menurutnya, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data pemerintah pusat.
Dinas Sosial Kabupaten Kediri bersama para pendamping sosial dan PKH saat ini melakukan verifikasi lapangan terhadap calon siswa yang masuk dalam basis data Kementerian Sosial.
Dari total sekitar 42 ribu kepala keluarga yang masuk dalam data sasaran, tidak semuanya memiliki anak usia sekolah maupun berminat mengikuti program Sekolah Rakyat.
"Data yang kami terima cukup besar, tetapi setelah dilakukan penjangkauan ternyata tidak semuanya memiliki anak dan tidak semuanya berminat. Namun tahun ini minat masyarakat jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya," jelasnya.
Baca juga: Jadwal dan Cara Mendaftar Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Sekolah Rakyat 2026
Subur mengungkapkan, untuk jenjang SMA jumlah calon siswa yang dinyatakan layak bahkan telah melampaui kuota yang tersedia.
Dari kuota sebanyak 90 siswa, hingga saat ini tercatat sekitar 167 calon siswa yang memenuhi syarat.
Sementara itu, untuk jenjang SMP tercatat sekitar 137 calon siswa yang dinyatakan layak dan berminat mengikuti program tersebut, juga melebihi kuota yang tersedia.
Berbeda dengan SMP dan SMA, minat untuk jenjang SD masih relatif rendah. Hingga saat ini jumlah calon siswa SD yang dinyatakan layak baru mencapai sekitar 41 anak.
Kondisi tersebut diduga karena banyak orang tua yang masih mempertimbangkan sistem pendidikan berasrama yang mengharuskan anak tinggal terpisah dari keluarga.
Karena jumlah pendaftar pada beberapa jenjang melebihi kuota, Dinas Sosial akan menerapkan sistem pemeringkatan berdasarkan tingkat kerentanan dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Penilaian tidak hanya melihat kondisi rumah dan tingkat kemiskinan, tetapi juga memperhatikan jumlah tanggungan keluarga, kondisi orang tua, serta faktor-faktor lain yang menjadi indikator prioritas penerima manfaat.
"Kalau pendaftarnya melebihi kuota, maka akan dilakukan pemeringkatan. Yang paling membutuhkan akan menjadi prioritas utama," terang Subur.
Subur menargetkan pada minggu keempat Juni 2026 seluruh proses seleksi selesai dan nama-nama siswa yang diterima sudah ditetapkan.
Selanjutnya para siswa akan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah lainnya.
Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini menempati area di atas lahan 7,6 hektare yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri pada akhir April 2026 lalu.
Mas Dhito menyampaikan, Sekolah Rakyat tersebut nantinya akan menampung sekitar 1.080 siswa.
Pihaknya berharap anak-anak dari Desil 1 dan 2 di Kabupaten Kediri nantinya dapat menjadi siswa Sekolah Rakyat.
"Semoga tahun ini anak-anak yang saat ini masih menempati gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi ASN Kabupaten Kediri di Tarokan bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten," ujar Mas Dhito
| Mbah Mari Biasa Makan Cari Sayuran Liar di Hutan, Kini Dapat Bantuan Lapak Jualan Es Teh dari Bupati |
|
|---|
| Jadwal dan Cara Mendaftar Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Sekolah Rakyat 2026 |
|
|---|
| Demi Sekolah Rakyat Tepat Sasaran, Bupati Nganjuk Minta Verifikasi Data Diperketat |
|
|---|
| Pascakebakaran Puskesmas Tiron, Pemkab Kediri Alihkan Layanan ke Pustu Banyakan, Cek Alur Terbarunya |
|
|---|
| Progres Baru 73 Persen, Proyek Sekolah Rakyat Sampang Terancam Molor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Sosial-Kabupaten-Kediri-Subur-Widono-soal-Sekolah-Rakyat.jpg)