Secuil Cerita Warga Tionghoa dari Kampung Tambak Bayan Surabaya
Bahkan tembok-tembol bangunan juga banyak tergambar seni mural bercorak khas Tionghoa, misalnya naga, dan yang lainnya.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Januar
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagai sebuah kota besar, Surabaya dihuni oleh berbagai macam komunitas masyarakat.
Beragam etnis pun juga ikut mendiami Surabaya.
Satu di antaranya adalah etnis Tionghoa yang ada di Tambak Bayan.
Lokasi Tambak Bayan memang tidak jauh dari kawasan perkotaan.
Tepatnya, terletak di sekitar Jalan Kramat Gantung.
Di tempat itu, nuansa etnis Tionghoa memang sangat terasa.
Baca: Alamak, Main Threesome Cuma Lima Menit, Segini Uang yang Diterima Wanita Surabaya Ini
Hal itu bisa dirasakan dari banyaknya rumah-rumah yang masih terjaga keasliannya sejak zaman Belanda, hingga berbagai hiasan lampion yang tergantung rapi di setiap lorong gang di kawasan itu.
Bahkan tembok-tembol bangunan juga banyak tergambar seni mural bercorak khas Tionghoa, misalnya naga, dan yang lainnya.
Berdasarkan informasi yang diterima TribunJatim.com, Tambak Bayan memang mayoritas dihuni oleh etnis Tionghoa, dan sudah ada sejak abad ke-19.
Menurut seorang penghuni Kampung Tambak Bayan, Neo Ku Eehing, ada puluhan warga Tionghoa yang saat ini tinggal didaerah Tambak Bayan.
"Sekarang sekitar 50-an keluarga yang tinggal disini, dan 90 persennya dari warga Tionghoa," kata Neo Ku Eehing kepada Tribunjatim.com (8/04/2017).
Namun jumlah tersebut kian berkurang karena banyak warga yang sudah pindah.
Meski demikian, warga yang tersisa di sana masih tetap berusaha menjaga warisan para leluhurnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/warga-tambak-bayan-surabaya_20170408_180219.jpg)