Kekeringan, Peternak Sapi Asal Tuban Ramai - ramai ke Lamongan

Kemarau ini dampaknya tidak hanya dirasakan warga Lamongan. Para peternak sapi asal Tuban sejak dua pekan ini juga dibuat kewalahan untuk mencarikan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Hanif manshuri
Para peternak sapi asal Tuban harus melintas ke Lamongan untuk mendapatkan jerami untuk pakan sapi mereka, Jumat (8/9/2017) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Kemarau ini dampaknya tidak hanya dirasakan warga Lamongan. Para peternak sapi asal Tuban sejak dua pekan ini juga dibuat kewalahan untuk mencarikan pakan ternaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya, mereka harus melintas antar kabupaten dan merogoh biaya lebih besar lagi untuk mendapatkan jerami (batang padi, red ) di Lamongan yang kini sedang masa panen padi.

Para peternak sapi ini terpaksa harus keluar daerah hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya karena di kawasan Tuban, utamanya Kecamatan Merakurak sudah tak lagi bisa diperoleh rumput maupun batang padi karena kekeringan. Selain tidak musim panen padi.

Para peternak sapi ini berombongan dengan menyewa truk ban dobel maupun kendaraan pikap setara L 300. Dengan sasaran wilayah Kecamatan Deket, Glagah, Kalitengah, Sekaran dan Laren yang merupakan daerah masa panen musim tanam musim kering (MK) tahun ini.

Biaya sewa truk dari Tuban tujuan Lamongan pulang pergi (PP) rata – rata Rp 700 ribu, sementara kendaraan pikap sejenis L 300 mencapai Rp 400 ribu.

Satu kendaraan biasanya disewa secara patungan untuk meringankan beban biaya.
Terkadang satu truk dipakai berempat hingga berlima. Sementara jenis col pikap rata – rata untuk dua sampai tiga orang rombongan.

”Kalau tidak melintas keluar ke daerah Lamongan bisa – bisa sapi kami mati karena kelaparan. Di Tuban sekarang ini kan juga bukan musim tanam padi atau panen padi. Sementara rumput semuanya kering akibat kemarau, ” ungkap Sariman peternak asal Merakurak Tuban, kepada Surya, Jumat (8/9/2017).

Biasanya saat kemarau, peternak juga mengandalkan ilalang di kawasan hutan Tuban, namun semua itu tidak bisa lagi didapatkan karena mati kekeringan.

Harapan satu - satunya pemelihara sapi untuk mendapatkan pakanan ternak adalah wilayah Lamongan.

Alternatif memberi pakanan bekatul atau dedak sangat tidak mungkin dilakukan setiap hari.

Karena selain harga bekatul mahal juga kebutuhan setiap hari yang sangat mustahil sapi hanya mengandalkan pakan dari bekatul. Tingkat kekenyangan dan untuk perkembangan sapi sangat minim.

“Bekatul itu hanya untuk tambahan makanan yang diberikan bersamaan memberi minum,” ungkap Suhadak peternak lainnya yang turun ke Lamongan.

Untungnya, untuk mendapatkan jeramo di Lamongan, para peternak ini tidak perlu membeli. Dan hanya mengeluarkan biaya sewa kendaraan.

Jerami didapatkannya gratis tinggal tenaga yang dilakoni para peternak sendiri untuk mengusung ke atas truk maupun mobik pikap sewaannya.

Pencarian rumput atau jerami lintas daerah ini dilakukan terkadang dua sampai tiga hari sekali. Dan itupun tergantung jumlah ternak yang mereka pelihara.

Sepuluh ekor sapi butuh 1 satu pikap jerami untuk lima belas hari.(Surya/Hanif manshuri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved