Komunitas Belajar Bahasa Inggris Driver Gojek di Surabaya dan Sidoarjo, Makin Pede Antar Tamu Asing
Mengantar tamu dan wisatawan asing bagi komunitas driver Gojek di Surabaya dan Sidoarjo ini tak ada kendala komunikasi apapun.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjadi driver ojek online tidak membuat Muchamad Badar Effendi berhenti belajar. Meski usianya sudah diatas 40 tahun, pria kelahiran Sidoarjo, 13 Desember 1973 ini memilih belajar Bahasa Inggris bersama rekan-rekannya sesama driver ojek Online, Go-Jek yang ada di Surabaya dan Sidoarjo.
"Jujur Mbak, saya ini gak bisa bahasa Inggris, tetapi motivasi saya adalah menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan kualitas diri kita sebab dengan kita bisa berbahasa Inggris kita semakin mudah berinteraksi orang asing dan membuka peluang rezeki juga," ungkapnya, saat ditemui disela kegiatan belajar bahasa Inggris di Rumah Bahasa Balai Pemuda Surabaya.
Karena tidak berani sendiri, Badar memilih untuk mengajak rekan-rekannya sesama driver Go-Jek. Saat ini ada sekitar 20 driver Go-Jek yang membentuk satu kelas belajar. Kemudian ada dukungan dari manajemen Go-Jek Indonesia.
• Terus Diburu Warga Mojokerto, Ular Sanca Kembang Raksasa Akhirnya Menampakkan Diri Bergelantungan
Badar merupakan pionir dari kegiatan belajar bahasa Inggris untuk Drive Go-Jek dan mendapat dukungan dari manajemen Go-Jek Indonesian.
Bapak empat anak ini menambahkan, sebenarnya cukup sulit untuk mengajak rekan-rekannya belajar Bahasa Inggris. Namun dengan semangat dan tekun, dirinya selalu mengajak rekan sesama driver untuk ikut.
"Dan selama pembelajaran kami melakukannya dengan fun. Sehingga menjadi dekat. Termasuk dengan gurunya, yaitu Pak Adi," cerita Badar.
Saat ini jadwal belajar bahasa Inggris kelompok driver Gojek ini ada di hari Selasa pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB. Saat Surya mengikuti kegiatan belajar, terlihat suasana akrab dan fun selama belajar.
• BREAKING NEWS - Korban Tewas Kapal Joko Berek Digulung Ombak Jadi 7 Orang, 2 Hilang, ini Daftarnya
Menurut Adi, yang menjadi pengajar di kelompok itu, mengaku mengajari mereka dengan lebih ke bahasa Inggris untuk percakapan atau conversation.
"Sesuai kebutuhan mereka karena memang berbeda dibandingkan mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak," komentar Adi.
Keakraban kelas belajar ini juga terlihat dengan semangat setiap selesai belajar diisi makan bersama. Meski hanya nasi bungkus dan air mineral.
Tak hanya itu, mereka juga merencanakan untuk rekreasi bersama. "Kami tidak hanya belajar, tapi juga keluarga," ungkap Badar.
• Gara-gara Janji ke Jepang, Calo TKI asal Tulungagung Ditangkap Polisi Sesaat Usai Bebas dari Penjara
Kebahagian Badar bisa belajar bahasa Inggris tidak melupakan pengalamannya saat bergabung dengan Go-Jek. Dia mengaku pekerjaan yang dilakoninya ini dianggap lebih bermanfaat bagi keluarga dibanding pekerjaan sebelumnya.
"Apalagi di pekerjaan sebelumnya bukan saya yang ingin keluar dan ganti jadi driver Go-Jek. Tapi karena saya kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja," cerita suami dari Yulika Sari tersebut.
Di tahun 1995 hingga 2005, Badar bekerja di perusahaan tambang asing bagian Cementing. Dalam menjalani pekerjaan itu, Badar mengaku banyak kehilangan waktu bersama keluarga.
Karena waktu kerjanya yang satu bulan kerja, satu minggu libur. Dan tidak kenal libur di hari raya. "Jadi saya tiap hari raya selalu sedang bekerja. Dan itu cukup membuat sedih," ungkap Badar.
• Tiga Bulan Menikah, Pegawai Perempuan RSUD Bangil Pasuruan ini Pilih Gantung Diri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/gojek-belajar-bahasa-inggris_20180720_122138.jpg)