Dokter Tegaskan Tidak Ada Suntik Pemutih dalam Dunia Medis: Marketing

“Dalam dunia medis, skin whitening injection atau suntik pemutih tidak ada," ujar dr Irmadita Citrashanty di Surabaya.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Nurika Anisa
KESEHATAN KULIT - Dokter di Surabaya, dr Irmadita Citrashanty, Sp.KK, FINSDV dalam sesi talkshow bertajuk “Skin Whitening Injections: Myths, Risks, and The Lack of Evidence” pada acara BeautyFest 2025 Surabaya di Grand City Convention Surabaya, Jumat (31/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Banyak wanita di Indonesia beranggapan cantik adalah yang memiliki kulit putih. Padahal yang terpenting adalah kulit sehat.
  • Karena itu, banyak wanita yang tertarik melakukan suntik putih.
  • Dokter di Surabaya menegaskan, dalam dunia medis, tidak ada skin whitening injection atau suntik pemutih.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyak wanita mendambakan kulit putih bersih dalam waktu singkat.

Suntik putih, kerap dikaitkan dengan cara instan memutihkan kulit.

Dokter di Surabaya, dr Irmadita Citrashanty, Sp.KK, FINSDV menjelaskan, injeksi whitening atau suntik putih saat ini tengah tren.

Tak bisa dipungkiri, wanita Indonesia masih menyukai kulit putih cerah.

Menurut dr Irma, ada beberapa faktor suntik putih digandrungi, yakni terkait psychosocial individu, sosio-ekonomi, lingkungan dan pengaruh media sosial yang mendorong keinginan perempuan tampil putih.

“Dalam dunia medis, skin whitening injection atau suntik pemutih tidak ada. Suntik dengan bahan tertentu terlihat lebih cerah dan lebih putih, sehingga membuat marketing itu sebagai treatment tertentu tetapi dalam dunia medis tidak diakui suntik pemutih,” ungkapnya, Minggu (2/11/2025).

Secara medis, ia melanjutkan, suatu kandungan bahan yang diinjeksikan kepada tubuh tidak bisa secara instan membuat kulit putih atau mengubah pigmentasi kulit.

Namun, terkadang ada kandungan seperti antioksidan yang membuat stres oksidatif lebih menurun.

“Salah satu yang membuat pigmentasi kulit kita lebih reaktif atau cepat gelap karena pigmen oksidatif, sehingga secara tidak langsung saat kita memasukan bahan ontioksidan maka dapat menyembuhkan stres oksidatif tersebut,” ucapnya.

Baca juga: Tren Permak Wajah Bikin Fuji Sempat Kepikiran Operasi Plastik Hidungnya, Sempat Tanya Suntik Putih

“Stres oksidatif salah satu yang menyebabkan pigmen kita lebih gelap, tapi tidak bisa setelah suntik langsung jadi putih dan yakinlah itu bersifat sementara,” ujarnya.

Ia juga menyebut beberapa kandungan aktif bagi kulit seperti vitamin C dan glutathione yang merupakan antioksidan.

Kandungan ini berfungsi menekan stres oksidatif yang tinggi di tubuh, sehingga diharapkan pigmentasi tidak terbentuk berlebihan.

Namun tidak langsung bekerja pada sel melanosit untuk tidak memproduksi pigmentasi.

“Misal sering aktivitas di luar yang dapat membuat pigmentasi lebih reaktif dan membuat kulit lebih gelap, sehingga kandungan itu yang bekerja untuk menekan radikal bebas di tubuh termasuk kulit,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved