Imbas Harga Telur Anjlok, SPPG Kabupaten Madiun Serap 10 Ton per Minggu dari Peternak Magetan 

Turunnya harga telur ayam di tingkat peternak mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Madiun mengambil langkah cepat.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
RUGI - Peternak di Magetan membagi-bagikan 3 ton telur secara gratis di Alun-alun Magetan mengusul anjloknya harga telur di tingkat peternak, Rabu (6/5/2026). Kondisi tersebut direspon oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wilayah Kabupaten Madiun dengan mengoptimalkan serapan telur di Kabupaten Magetan untuk mengerek harga jual. 

Ringkasan Berita:
  • Harga telur ayam di tingkat peternak turun hingga Rp 21 ribu per kilogram.
  • SPPG Kabupaten Madiun meningkatkan penggunaan telur dalam menu pemenuhan gizi.
  • Serapan telur dari peternak diperkirakan mencapai 5–10 ton per minggu.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Turunnya harga telur ayam di tingkat peternak mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Madiun mengambil langkah cepat.

Saat ini harga telur di tingkat peternak turun hingga sekitar Rp 21 ribu per kilogram, sehingga berdampak pada pendapatan peternak ayam petelur di Jawa Timur.

Merespons kondisi tersebut, SPPG Kabupaten Madiun mulai meningkatkan penggunaan menu berbahan dasar telur ayam dalam program pemenuhan gizi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap peternak sekaligus menindaklanjuti instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Madiun, Ahmad Ayub mengatakan, instruksi peningkatan penggunaan telur di seluruh SPPG mulai dijalankan sejak 11 Mei 2026.

"Mulai tanggal 11 sudah dibantu instruksi untuk penggunaan telur di SPPG se-Kabupaten Madiun. Harapannya dapat membantu wilayah Kabupaten Magetan terkait harga telur," ujar Ayub, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 55 SPPG yang sudah beroperasi di wilayah Kabupaten Madiun. Dari seluruh SPPG tersebut, penggunaan telur diarahkan sebanyak satu hingga dua kali dalam seminggu dan maksimal tiga kali dalam menu makanan.

Baca juga: Harga Telur Anjlok di Bawah Biaya Produksi, Peternak di Jatim Menjerit: Harus Ada Upaya Pemerintah

Serapan Telur Capai 10 Ton per Minggu

Menurutnya, kebijakan itu mampu meningkatkan serapan telur dari peternak hingga mencapai 5 sampai 10 ton per minggu.

"Kita arahkan penggunaan satu sampai dua kali dalam seminggu, maksimal tiga kali. Saat kemarin ada arahan untuk membantu wilayah Kabupaten Magetan dengan nilai serapan 5-10 ton per minggu dari 55 SPPG yang sudah operasional di Kabupaten Madiun," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, SPPG Kabupaten Madiun melakukan pembelian langsung dari peternak di Magetan.

Pihaknya membangun komunikasi dengan Korwil SPPG Kabupaten Magetan agar proses distribusi dari peternak di Magetan ke SPPG di Kabupaten Madiun berjalan lancar.

"SPPG langsung ambil ke Magetan. Kita bantu komunikasi dengan Korwil SPPG Kabupaten Magetan yang menjadi bagian dari satgas wilayah kabupaten tersebut," tambahnya.

Baca juga: Polres Madiun Kota Gencarkan Patroli Malam, Cegah Balap Liar dan Kriminalitas Jalanan

Dorong UMKM dan KDMP Terlibat

Ayub berharap keberadaan SPPG juga dapat menggerakkan perekonomian lokal lebih banyak dengan keterlibatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ia menilai sektor UMKM, pertanian, peternakan hingga perikanan di Kabupaten Madiun memiliki peluang besar menjadi pemasok kebutuhan SPPG.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved