Punya Anggaran Tapi Tak Punya Aspal, Perbaikan Jalan di Madiun Kini Terancam Tertunda

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun harus pandai-pandai memutar otak untuk melakukan pemeliharaan jalan

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
TUNDA - Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Lubis ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (15/6/2026). Boby menyebutkan perbaikan jalan di Kabupaten Madiun ditunda akibat aspal langka. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas PUPR Kabupaten Madiun menunda perbaikan jalan tahun 2026 karena terjadi kelangkaan aspal secara nasional, meskipun anggaran untuk membeli 2.000 drum aspal sudah tersedia.
  • Pasokan aspal dari Pertamina belum kembali normal meski sebelumnya dijanjikan tersedia sejak awal Mei 2026. Akibatnya, pekerjaan pemeliharaan jalan tertunda dan alat-alat yang sudah disiapkan di lapangan sementara ditarik kembali.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun harus pandai-pandai memutar otak untuk melakukan pemeliharaan jalan tahun anggaran 2026. 

Meski mengantongi anggaran yang cukup, Pemkab Madiun harus menunda perbaikan jalan akibat kelangkaan aspal yang melanda secara nasional.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Lubis, mengungkapkan bahwa pihak dinas sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk belanja 2.000 drum aspal tahun ini. Namun, karena pasokan aspal dari Pertamina langka, anggaran yang sudah ada tidak bisa dibelanjakan.

"Intinya, kita punya uang, tapi kita tidak bisa membeli aspal karena aspalnya terjadi kelangkaan di negara kita," ujar Boby Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Pemkab Gresik Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Desa hingga 2027

Boby menjelaskan, Dinas PUPR sebenarnya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina sejak akhir April lalu. Saat itu, pihak penyedia menjanjikan pasokan aspal akan kembali normal pada awal Mei setelah memenuhi kebutuhan di wilayah timur Indonesia.

Namun, hingga bulan Mei berakhir bahkan sudah memasuki bulan Juni, janji tersebut tidak ada ujung pangkalnya.

"Untuk saat ini demi keamanan, alat-alat yang sudah ada di jalan saya tarik kembali dulu. Harapan kita kemarin awal Juni sudah bisa pengadaan, ternyata belum bisa," keluhnya.

Untuk penanganan sementara, Boby akan melakukan patching atau penambalan jalan dengan mengutamakan cor beton atau aspal buton.

Boby meyebutkan selain kelangkaan, efek global juga memicu lonjakan harga aspal yang sangat drastis di pasaran. Kondisi ini dipastikan akan mengurangi volume perbaikan jalan dari target yang sudah ditentukan sebelumnya.

Boby membeberkan, saat menganggarkan proyek ini, harga aspal dipatok sebesar Rp 2 juta per drum. Namun saat ini, harga di pasaran meroket tajam hingga menembus angka Rp 3.250.000 per drum.

"Otomatis dengan kenaikan harga yang tinggi ini, kemampuan kita beli tidak akan sampai 2.000 drum lagi. Bukan anggarannya tidak cukup, tapi harganya yang sudah naik," jelas Boby.

Kelangkaan tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat panjangnya ruas jalan di Kabupaten Madiun yang membutuhkan perawatan tahun ini mencapai hampir 40 kilometer.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved