Punya Anggaran Tapi Tak Punya Aspal, Perbaikan Jalan di Madiun Kini Terancam Tertunda
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun harus pandai-pandai memutar otak untuk melakukan pemeliharaan jalan
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Dinas PUPR Kabupaten Madiun menunda perbaikan jalan tahun 2026 karena terjadi kelangkaan aspal secara nasional, meskipun anggaran untuk membeli 2.000 drum aspal sudah tersedia.
- Pasokan aspal dari Pertamina belum kembali normal meski sebelumnya dijanjikan tersedia sejak awal Mei 2026. Akibatnya, pekerjaan pemeliharaan jalan tertunda dan alat-alat yang sudah disiapkan di lapangan sementara ditarik kembali.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun harus pandai-pandai memutar otak untuk melakukan pemeliharaan jalan tahun anggaran 2026.
Meski mengantongi anggaran yang cukup, Pemkab Madiun harus menunda perbaikan jalan akibat kelangkaan aspal yang melanda secara nasional.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Lubis, mengungkapkan bahwa pihak dinas sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk belanja 2.000 drum aspal tahun ini. Namun, karena pasokan aspal dari Pertamina langka, anggaran yang sudah ada tidak bisa dibelanjakan.
"Intinya, kita punya uang, tapi kita tidak bisa membeli aspal karena aspalnya terjadi kelangkaan di negara kita," ujar Boby Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Pemkab Gresik Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Desa hingga 2027
Boby menjelaskan, Dinas PUPR sebenarnya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina sejak akhir April lalu. Saat itu, pihak penyedia menjanjikan pasokan aspal akan kembali normal pada awal Mei setelah memenuhi kebutuhan di wilayah timur Indonesia.
Namun, hingga bulan Mei berakhir bahkan sudah memasuki bulan Juni, janji tersebut tidak ada ujung pangkalnya.
"Untuk saat ini demi keamanan, alat-alat yang sudah ada di jalan saya tarik kembali dulu. Harapan kita kemarin awal Juni sudah bisa pengadaan, ternyata belum bisa," keluhnya.
Untuk penanganan sementara, Boby akan melakukan patching atau penambalan jalan dengan mengutamakan cor beton atau aspal buton.
Boby meyebutkan selain kelangkaan, efek global juga memicu lonjakan harga aspal yang sangat drastis di pasaran. Kondisi ini dipastikan akan mengurangi volume perbaikan jalan dari target yang sudah ditentukan sebelumnya.
Boby membeberkan, saat menganggarkan proyek ini, harga aspal dipatok sebesar Rp 2 juta per drum. Namun saat ini, harga di pasaran meroket tajam hingga menembus angka Rp 3.250.000 per drum.
"Otomatis dengan kenaikan harga yang tinggi ini, kemampuan kita beli tidak akan sampai 2.000 drum lagi. Bukan anggarannya tidak cukup, tapi harganya yang sudah naik," jelas Boby.
Kelangkaan tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat panjangnya ruas jalan di Kabupaten Madiun yang membutuhkan perawatan tahun ini mencapai hampir 40 kilometer.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Asyiknya Belajar di Peternakan saat Libur Sekolah, Wisata Edukasi Kambing Etawa Jombang Wisatawan |
|
|---|
| Tiga Bocil Manusia Silver Ngamen Sampai Malam Target Rp 750 Ribu, Takut Dipukuli Orang Tua |
|
|---|
| Update Kematian Perempuan Disabilitas di Jombang, Hasil Otopsi Bongkar Dugaan Penganiayan |
|
|---|
| 32 Tahun Ahmad Jualan Buah Potong dan Rujak Manis, Pendapatan Rp 100 Ribu Sehari Diputar untuk Hidup |
|
|---|
| Kiper Usia 40 Tahun Tanjung Verde Bikin Timnas Spanyol yang Didukung Wawali Surabaya Geleng Kepala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/TUNDA-Kepala-Dinas-PUPR-Kabupaten-Madiun-Boby-Saktia-Lubis-ditemui-di.jpg)