Pemkab Gresik Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Desa hingga 2027

Pemerintah Kabupaten Gresik menempatkan pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
PEMBANGUNAN JPD - Tim URC DPUTR wilayah selatan barat Hotmix di ruas Banter-Kalipadang beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Gresik menjadikan pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) sebagai program prioritas pada 2026–2027.
  • Kebutuhan penanganan JPD di Kabupaten Gresik diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun.
  • Pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi kebutuhan masyarakat.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik menempatkan pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah dalam dua tahun ke depan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya untuk mempercepat perbaikan dan pembangunan jalan poros desa di seluruh wilayah Gresik meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah.

Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam Dialog Publik bertema Sinergi DPRD Gresik dan KWGe dalam Mengawal Jalan Poros Desa yang digelar di Gedung GNI, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Bersinergi Atasi Masalah Jalan Poros Desa, KWG & DPRD Gresik Gelar Dialog Bareng Kades

Penanganan Dilakukan Berdasarkan Skala Prioritas

Pria yang akrab disapa Gus Yani menuturkan, pembangunan jalan poros desa kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang memperkuat peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan dan pembinaan jalan desa.

“Kalau dahulu pemerintah desa masih dimungkinkan melakukan perawatan melalui dana desa maupun bantuan keuangan desa, sekarang pemerintah kabupaten memiliki peran yang lebih besar dalam penanganan jalan poros desa,” beber Gus Yani.

Alumnus Unair mengatakan tantangan pembangunan JPD cukup besar di tengah keterbatasan fiskal daerah. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama DPRD telah menyatukan visi untuk menjadikan pembangunan jalan poros desa sebagai prioritas pembangunan pada 2026 hingga 2027.

“Alhamdulillah, kami dan DPRD memiliki pandangan yang sama. Fokus pembangunan diarahkan pada jalan poros desa. Setelah dipetakan bersama Dinas PU, hampir seluruh kecamatan memang membutuhkan penanganan prioritas,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan yang paling mendesak, terutama pada ruas jalan dengan mobilitas tinggi.

Baca juga: Momen Perempuan Penghayat Kepercayaan Belajar Sejarah soal Bupati Pertama Gresik

Belajar dari Pembangunan Jalan Menganti

“Kami tidak bisa menghitung satu ruas jalan secara keseluruhan tanpa melihat kondisi detail di lapangan. Mana yang rusak berat dan mana yang rusak sedang harus dipetakan agar kemampuan fiskal daerah benar-benar efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yani juga mencontohkan pembangunan Jalan Menganti yang sebelumnya dianggap sulit direalisasikan, tetapi kini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kadang kita takut dengan bayang-bayang sendiri. Kalau dulu Jalan Menganti tidak mulai dibangun, mungkin sampai hari ini hasilnya belum terlihat. Namun, ketika dicicil dan dimulai sedikit demi sedikit, ternyata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan jalan poros desa dapat terus berjalan hingga tuntas pada akhir masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah telah menyelaraskan arah pembangunan agar fokus pada persoalan prioritas, termasuk jalan poros desa.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved