Menu MBG di Bangkalan Dikeluhkan Bau Amis, SPPG Berikan Kompensasi

Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemkab Bangkalan memanggil pihak SPPG Martajasah bersama sekaligus klarifikasi terhadap menu MBG

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribunjatim.com/istimewa
KLARIFIKASI MBG AMIS : Satgas MBG Pemkab Bangkalan menggelar rapat bersama pihak SPPG Martajasah dalam rangka klarifikasi atas temuan menu MBG yang terindikasi basi di SMAN 3 Bangkalan pada distribusi Selasa (16/9/2025). Rapat digelar di Ruang Kerja Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabungaten Bangkalan, Jumat (19/9/2025) 

Poin penting:

  • Satgas MBG Pemkab Bangkalan memanggil SPPG Martajasah untuk klarifikasi terkait dugaan makanan basi pada distribusi MBG tanggal 16 September 2025, yang dikeluhkan oleh SMAN 3 Bangkalan
  • SPPG menyanggah makanan basi, menjelaskan bau amis berasal dari daging rolade yang dikukus dan dicampur saus tiram secara terpisah, bukan dimasak bersamaan, sehingga muncul aroma tidak sedap
  • Sebagai kompensasi, sekolah mendapat pilihan menu berbeda di hari berikutnya serta tambahan porsi dan susu pada hari Jumat

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemkab Bangkalan memanggil pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Martajasah dalam rangka tela’ah bersama sekaligus klarifikasi terhadap menu MBG yang terindikasi basi di SMAN 3 Bangkalan pada distribusi Selasa (16/9/2025).

Rapat digelar di Ruang Kerja Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakba) Bangkalan, Jumat (19/9/2025).

Kegiatan pertemuan itu dipimpin Satgas MBG Pemkab sekaligus Asisten II Setdakab Bengkalis, Dr Bambang Budi Mustika, MPd, Kepala SPPG Martajasah, Kecamatan Kota, Kusuma Gigih, perwakilan Yayasan SPPG Martajasah, Afkar, hingga tim satgas MBG pemkab.  

“Setelah dilakukan penarikan pada Selasa, maka diberi kompensasi bisa request menu berbeda untuk setiap sekolah pada Rabu dan Kamis. Untuk Jumat hari ini, diberi kompensasi porsi yang lebih besar untuk tambahan susu selain buah, sebagai bentuk kompensasi kesalahan di hari Selasa,” ungkap Bambang.

Ia menjelaskan, pihak SPPG menyampaikan perlunya ada koreksi bahwa ribuan porsi MBG yang telah dikirim ke empat sekolah pada Selasa bukan dalam kondisi basi. Melainkan berbau amis yang berasal dari daging relode setelah dicampur saus tiram.  

“SPPG itu menaungi enam sekolah, empat sekolah di antaranya telah didroping mulai pukul 7.30 WIB. Ternyata pada pukul 09.00 WIB, ada telpon dari SMAN 3 yang menginformasikan ada yang tidak beres makanannya,” jelasnya.

Baca juga: Temuan Belatung di Menu MBG SMAN 3 Pamekasan, Diduga Dari Buah Jeruk yang Busuk

Empat sekolah yang telah menerima MBG dari SPPG Martajasah pada Selasa terdiri dari SMAN 3 Bangkalan sejumlah 552 porsi, SDN Mlajah 1 sejumlah 194 porsi, SDN Mlajah 2 sebanyak 524 porsi, dan SDIT Nurul Rahmah Kemayoran sejumlah 456 porsi.

Sementara MBG yang belum terdistribusi ada 683 porsi untuk SMKN 1 Bangkalan dan 687 porsi untuk SMKN 2 Bangkalan. Adapun menu yang disajikan yakni nasi putih, rolade daging, buah melon, cah pakcoy dan sawi putih dan tempe goreng.

Dalam rapat itu terungkap bahwa ribuan porsi MBG itu mulai pada pukul 22.00 WIB, pada pukul 05.00 WIB menurut tim gizi tidak ada masalah. Setelah kemasan ditutup, di situlah diduga tercipta kelembaban hingga muncul bau amis setiba di sekolah.

Bambang mengatakan, hasil investasi dari ahli gizi dan petugas SPPG  Martajasah, memang muncul bau amis pada daging saus tiram karena daging dikukus. Saus tiram dimasak tidak dalam satu olahan bersama daging, dua kesempatan sebelumnya daging digoreng.

Baca juga: Menu MBG di SMAN 3 Bangkalan Bau Diduga Basi, Siswa Pilih Beli Makanan di Kantin Sekolah

“Namun yang ketiga dikukus dan menjadi masalah, timbul bau amis karena diduga pengukusan daging kurang lama. Dari 456 porsi di SDIT, ada yang sudah dikonsumsi tetapi tidak menimbulkan masalah,” terang Bambang.

Kendati demikian, Bambang menegaskan, Satgas MBG Pemkab Bangkalan akan memanggil semua kepala SPPG se-Kabupaten Bangkalan untuk memberikan edukasi kembali agar lebih berhati-hati serta meningkatkan pengawasan dalam penyajian kepada sekolah. 

“Setelah melakukan verifikasi, kami akan melaporkan secara elektronik ke Badan Gizi Nasional. Total saat ini SPPG yang ada di Kecamatan Kota sejumlah 16 unit, empat posisi running atau menunggu pelaksanaan operasi tahapan pertama. Total kebutuhan SPPG se Kabupaten Bangkalan 93 unit, tapi kajian kami sejumlah 116 unit SPPG,” pungkas Bambang.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved