Petani Tembakau Sampang Pusing Bukan Main, Hujan Dadakan Justru Bikin Masalah

Cuaca tak menentu mulai memicu kegelisahan petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura.

Tayang:
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Hanggara Syahputra
CUACA MENDUNG : Petani Tembakau di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura saat mengecek tanaman tembakau saat cuaca mendung, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca yang tidak menentu di Sampang membuat petani tembakau resah karena hujan deras masih sering turun meski sebelumnya cuaca sudah mulai panas seperti awal musim kemarau.
  • anyak petani menunda penanaman tembakau karena khawatir hasil panen tidak optimal jika tanaman terkena hujan, mengingat waktu tanam sangat menentukan kualitas tembakau.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Cuaca tak menentu mulai memicu kegelisahan petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura.

Saat sebagian petani bersiap menyambut musim tanam, hujan deras justru kembali turun dalam beberapa hari terakhir.

Padahal sebelumnya cuaca di sejumlah wilayah sempat didominasi panas terik, tanda awal datangnya musim kemarau.

Akibat kondisi tersebut, banyak petani memilih menahan diri untuk menanam tembakau meski, sebagian lahan sudah dibajak.

Mereka khawatir tanaman tidak tumbuh optimal apabila hujan kembali turun.

Salamo, petani asal Kecamatan Kedungdung, mengaku masih belum berani memulai penanaman karena cuaca sulit diprediksi.

"Cuacanya berubah cepat, siang panas lalu hujan lagi," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (20/5/2026)

"Kalau dipaksakan tanam sekarang, takut rugi karena tembakau kurang bagus kalau kena musim hujan," imbuhnya.

Baca juga: Industri Tembakau Sambut Positif Sinyal Tak Ada Kenaikan Pajak Tahun Ini

Bagi petani, ketepatan waktu tanam menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan hasil panen tembakau.

Karena itu, kondisi peralihan musim membuat mereka berada dalam posisi serba sulit.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang memperkirakan cuaca fluktuatif masih berpotensi terjadi karena wilayah Madura tengah memasuki masa transisi musim.

Kepala BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menyebut puncak musim kemarau diprediksi baru berlangsung pada Agustus hingga September mendatang.

"Kami terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi," pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved