Hilang Berminggu-minggu, Lansia di Malang Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut Bambu di Sungai
Pariami (67), seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Desa Karanganyar
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Seorang lansia, warga Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Desa Karanganyar, Poncokusumo.
- Korban ditemukan warga dalam kondisi tersangkut bambu dan telah mengalami pembusukan tingkat lanjut setelah dilaporkan hilang selama tiga minggu.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luluul
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pariami (67), seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (17/5/2026). Ia ditemukan setelah 3 minggu tak kunjung pulang ke rumah.
Kapolsek Poncokusumo, AKP Teguh Iman Sugiharto mengatakan korban merupakan warga dari Desa Ngambal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Korban ditemukan meninggal sekira pukul 07.00 WIB.
"Sebelumnya, kami mendapatkan laporan adanya penemuan jasad di aliran Sungai Desa Karanganyar. Kemudian kami mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk dilakukan penyelidikan," kata Teguh.
Ia menjelaskan, penemuan ini bermula saat warga bernama Hariadi (40) dan Bari (64) sedang mandi di aliran sungai tersebut.
Kemudian mereka melihat sosok jasad perempuan tersangkut bambu dalam keadaan telungkup dan mengapung.
Baca juga: Misteri Jasad Perempuan di Bangkalan Madura Bawa Boneka Kuning, Polisi Duga Korban Penganiayaan
Saksi selanjutnya melaporkan kejadian ke perangkat desa lalu diteruskan ke Polsek Poncokusumo.
Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut bergegas menuju ke TKP bersama petugas Puskesmas Poncokusumo.
Korban pun segera dievakuasi dan diangkat dari aliran sungai ke tepi sungai. Dari hasil pemeriksaan sementara, jasad tersebut diperkirakan berusia 60 tahun.
"Kondisi mayat sudah mengalami fase pembusukan tingkat lanjut. Wajah tidak bisa dikenali karena kulit kepala sudah terkelupas akibat pembusukan," tuturnya.
"Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya luka dari benda tajam maupun tanda-tanda kekerasan dari benda tumpul," bebernya.
Tak berselang lama, datang salah seorang warga bernama Jamilah.
Ia melaporkan jika tiga minggu yang lalu ibunya tak kunjung pulang ke rumah. Setelah dilakukan pengecekan ternyata mayat yang ditemukan itu merupakan Pariami, ibunya.
Oleh piahk kepolisian, korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman. Teguh menyebutkan, pihak keluarga tidak menuntut kepada pihak manampun atas kematian ibunya.
Keluarga juga menolak untuk dilakukan visum et repertum (VER) pada tubuh korban. Keluarga telah siap membuat surat penyataan dari keputusan itu, dan mereka menyadari bahwa hal ini merupakn musibah.
"Penyebab korban meninggal dunia diperkiran karena hanyut di aliran sungai Dusun Gadungan Desa Karanganyar," pungkas Teguh
| Sudah Mengabdi Bertahun-tahun, Resah Guru Honorer di Malang Soal SE Kemendikdasmen |
|
|---|
| Terancam Isu Penghapusan, Guru Honorer di Malang Tak Bisa Daftar PPPK karena Dapodik Ditutup |
|
|---|
| Pro Futsal League Series Malang: Unggul FC Hajar Raybit FC 8-0, Dua Pemain Cetak Hattrick |
|
|---|
| Akhiri Penantian 35 Tahun, Penataan Pasar Gadang Malang Akhirnya Temui Titik Terang |
|
|---|
| Polisi Tangkap Penusuk Penjaga Perumahan di Cemorokandang Malang, Ternyata Residivis Kasus Pencurian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Petugas-kepolisian-dari-Polsek-Poncokusumo-mendatangi-lokasi-untuk-olah-TKP.jpg)