Terancam Isu Penghapusan, Guru Honorer di Malang Tak Bisa Daftar PPPK karena Dapodik Ditutup

Nasib guru honorer di Kabupaten Malang terancam isu penghapusan, tak bisa daftar PPPK karena Dapodik ditutup.

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Purwanto
BIMBEL - Chori Elisa saat mengajar bimbingan belajar (bimbel) di rumahnya di Dusun Sukosari, Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jumat (15/5/2026). Chori Elisa merupakan guru honorer di SDN 1 Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, yang terdampak isu penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wanita kelahiran Kabupaten Malang, Chori Elisa, sangat semangat mengajar anak-anak saat proses bimbingan belajar (bimbel) di kediamannya. 

Rumahnya berada di selatan Kabupaten Malang, tepatnya di Dusun Sukosari, Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, Jawa Timur.

Baca juga: SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Bikin Guru Gusar, Kadindik Kota Batu: Tidak Perlu Galau & Gaduh

Wanita berusia 27 tahun ini merupakan guru tidak tetap (GTT) yang akan terdampak isu penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat. 

Sesuai Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, yakni menetapkan batas akhir penugasan guru non-ASN (honorer) di sekolah negeri hingga 31 Desember 2026.

Dari pantauan TribunJatim.com, Elisa, sapaan akrabnya, saat itu sedang memberi pelajaran kepada sejumlah anak-anak di daerahnya untuk bimbel yang bertepatan juga saat hari libur sekolah pada Jumat, 15 Mei 2026, pagi. 

Elisa saat ini juga masih aktif mengajar di SDN 1 Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang

Elisa yang sehari-hari bertugas sebagai wali kelas, mencurahkan keluh kesahnya mengenai nasib guru honorer non Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang kini berada di ujung tanduk. 

Ia bilang, ada regulasi yang menyebut bahwa hanya tenaga honorer yang masuk Dapodik yang posisinya relatif aman.

Sementara bagi guru-guru baru, pintu Dapodik sudah lama ditutup yakni pada akhir 2024 lalu. 

"Dapodik ini sudah ditutup sejak lama, sekitar tahun 2024 lalu. Padahal, sekolah-sekolah di daerah itu sangat membutuhkan tenaga pendidik baru karena banyak guru yang pensiun," ujar Elisa kepada TribunJatim.com.

Akibat sistem Dapodik yang sudah ditutup ini, Elisa dan rekan-rekan sejawatnya tidak memiliki akses untuk mendaftarkan diri dalam seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). 

"Karena tidak masuk Dapodik, kami otomatis tidak bisa daftar ASN atau PPPK. Makanya sekarang muncul isu kalau guru-guru seperti kami ini mau dirumahkan. Itu yang membuat kami resah," imbuhnya dengan nada getir.

Elisa diketahui sudah mendedikasikan waktunya mengajar sejak awal tahun 2024.

Ia mengaku, keputusannya menjadi guru honorer didasari oleh rasa cinta kepada anak-anak dan keinginan luhur untuk mengabdi, bukan semata-mata mencari materi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved