Dongkrak Ekonomi Pesisir, Bupati Malang Panen Garam Metode Tunnel di Donomulyo

Bupati Malang melakukan panen garam tunnel di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/5/2025).

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Sudarma Adi
Istimewa
PANEN - Bupati Malang melakukan panen garam tunnel di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/5/2025). Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Malang terus mendukung pengembangan produksi garam tunnel.  
Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang melakukan panen garam tunnel di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/5/2025).

Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen mendukung pengembangan produksi garam tunnel di Malang selatan.

Sebagaimana diketahui, Garam tunnel merupakan garam yang cara produksinya menggunakan metode rumah kaca beratap plastik UV yang menyerupai terowongan. Seperti yang dipanen oleh Sanusi, garam ini dikelola oleh Kelompok Sumberoto Makmur Sejahtera. 

Baca juga: Sekolah Negeri di Kabupaten Malang Kekurangan Tenaga Pengajar, Guru Honorer Masih Dibutuhkan

Inovasi Teknologi Rumah Kaca

"Kami mengapresiasi petani garam yang telah berinovasi mengkristalkan air laut menggunakan rangka kayu yang tertutup plastik UV," kata Sanusi. 

Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Malang telah memberikan hibah sebanyak 32 green house tunnel. Kemudian hibah 10 green hoise dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

''Di sini produksi garam tunnelnya sudah berkembang, mulai dari 1 hingga 2 ton. Saat ini, per bulan sudah mencapai 8 ton," sambungnya. 

Selain itu, harga garam pun meningkat dari yang awal Rp 1.500 per kilogram kini dijual dengan harga Rp 3.000 per kilogram. Sehingga, omzet per bulan mencapai Rp 24 juta dengan biaya produksi Rp 4 juta. 

"Dengan demikian, mereka mendapatkan penghasilan Rp 20 juta per bulan," sambungnya. 

Baca juga: Jelang Idul Adha, BI Malang Luncurkan Urbania Qurban dan Sertifikasi Juleha

Dengan potensi ini, Pemerintah Kabupaten Malang akan membantu untuk meningkatkan pengembangan produksi hingga dua kali lipat. Harapannya, garam tunnel dikembangkan dengan penambahan jumlah tunnel. 

Dikatakan Sanusi, permintaan garam tunnel di pasar cukup tinggi. Berapapun jumlah produksi akan diserap seluruhnya dengan harga Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per kilogram. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved