Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Pemkot Malang Siapkan Pasar Murah
Pemerintah Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meredam kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemkot Malang menyiapkan pasar murah dan intervensi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.
- Program Warung Tekan Inflasi yang telah berjalan sepekan berhasil membantu menurunkan harga cabai rawit dari di atas Rp100 ribu menjadi sekitar Rp50 ribu per kilogram.
- Harga minyak goreng masih tinggi di kisaran Rp21.000-Rp25.000 per liter, sementara bawang merah mencapai Rp60 ribu per kilogram dan bawang putih sekitar Rp38 ribu per kilogram.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meredam kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar pasar murah apabila lonjakan harga dinilai membebani masyarakat.
Saat ini, sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan harga, terutama minyak goreng yang dijual di pasaran dengan harga berkisar Rp21.000 hingga Rp25.000 per liter.
Untuk meredam gejolak harga tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang telah menjalankan berbagai langkah intervensi, salah satunya melalui program Warung Tekan Inflasi.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Syah, mengatakan program tersebut sudah berjalan sekitar sepekan dengan fokus utama pada komoditas cabai yang mengalami kenaikan signifikan.
"Warung Tekan Inflasi sudah kita buka sekitar satu pekan ini dan konsentrasinya memang pada cabai,"
"Alhamdulillah sampai hari ini harga cabai sudah mulai turun. Cabai rawit yang sebelumnya sempat di atas Rp 100 ribu per kilogram sekarang sudah turun hingga kisaran Rp 50 ribuan," kata Eko saat ditemui Surya di Balaikota Malang pada Senin (8/6/2026).
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Jombang Tembus Rp90 Ribu per Kilogram, Ibu-ibu Terpaksa Hemat Pengeluaran
Menurutnya, kenaikan harga saat ini tidak hanya terjadi di satu pasar, melainkan hampir merata di berbagai pasar tradisional.
Namun Pemkot Malang akan turun tangan apabila kenaikan dinilai tidak wajar dan berpotensi membebani masyarakat.
Diskopindag akan melakukan pemantauan lapangan terlebih dahulu untuk memastikan tingkat kenaikan harga sebelum menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.
"Kalau ada komoditas lain yang naik cukup signifikan, kami akan cek terlebih dahulu sejauh mana kenaikannya,"
"Setelah itu kami laporkan ke pimpinan untuk menentukan langkah yang harus dilakukan," katanya.
Eko menjelaskan, sejumlah skema penanganan telah disiapkan seperti pasar murah, operasi pasar, hingga penguatan Warung Tekan Inflasi yang saat ini telah berjalan.
| LSM & Sejumlah Anggota Dewan Keberatan Lahan Sengketa di Ringinkembar Dibuat Bingkar Ratoon |
|
|---|
| Pedagang Pasar Keluhkan Dolar Meroket, Harga Naik Semua hingga Pembeli Berkurang 25 Persen |
|
|---|
| Anomali Harga Cabai & Daging Ayam di Kota Malang Turun, Bawang & Tepung Beras Malah Naik |
|
|---|
| Polemik Rebutan Logo Singa Bertindik, Arema Indonesia Dukung Ahli Waris Uji Materi di Jalur Hukum |
|
|---|
| Rebutan Logo Singa Bertindik, Manajemen Arema FC Resmi Ajukan Keberatan Hukum ke DJKI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Diskopindag-Kota-Malang-Eko-Syah-saat-berikan-tanggapan-mengenai-kenaikan-harga.jpg)