Jejak Alam Purba di Singosari, Disparbud Malang Temukan Batu Batolit dan Watu Dakon

Disparbud Kabupaten Malang menemukan batu batolit dan batu yang diduga Watu Dakon di Desa Watugede, Singosari, temuan masih bersifat dugaan awal

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
TELITI - Disparbud Kabupaten Malang lakukan pengamatan temuan dugaan batu batolit di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Temuan ini memiliki potensi nilai geologi, sejarah, dan budaya yang menarik untuk diteliti, Selasa, (9/6/2026).  

Masyarakat diminta tidak memindahkan, merusak, maupun mengubah kondisi objek temuan sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Harapannya, hasil kajian ilmiah terhadap temuan ini dapat menjadi dasar dalam upaya pelestarian, edukasi, serta pengembangan potensi warisan budaya dan geologi di Kabupaten Malang.

Di tempat lain, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri melakukan evakuasi terhadap benda diduga artefak berupa yoni yang ditemukan warga di area persawahan Dusun Babadan, Desa Duwet, Kecamatan Wates, pada Selasa (21/4/2026) lalu.

Evakuasi dilakukan setelah artefak dipastikan memiliki nilai historis dan masuk kategori objek diduga cagar budaya (ODCB).

 Sebelumnya, artefak tersebut berada di tengah lahan pertanian bekas tanaman padi milik warga dan berpotensi mengalami kerusakan.

Ketua lembaga adat desa, Candra David Pratama, mengungkapkan bahwa awalnya benda tersebut dikira hanya batu biasa oleh pemilik lahan.

"Awalnya dikira batu biasa. Setelah kami cek langsung di lokasi, bentuknya mengarah ke yoni, salah satu peninggalan budaya masa lampau," jelasnya, Jumat (24/4/2026).

Artefak tersebut diketahui berada di tengah tanaman bekas padi.

Setelah masa panen selesai, warga bersama dinas terkait dan perangkat desa memindahkannya ke lokasi yang lebih aman.

Proses pemindahan dilakukan secara gotong royong.

Pemindahan dilakukan dengan hati-hati agar tidak menambah kerusakan pada struktur benda.

Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi yoni tersebut tidak lagi utuh.

Bagian pancuran air dilaporkan telah patah, begitu pula dengan bagian atas yang mengalami kerusakan.

Beberapa bagian lain juga tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan.

Saat ini, benda tersebut disimpan sementara di rumah warga setempat untuk menjaga keamanannya sambil menunggu proses kajian lanjutan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved