Gobak Sodor hingga Engklek Jadi Sarana Belajar Karakter Untuk Pelajar di Mojokerto

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra), mengajak pelajar melestarikan warisan budaya olahraga tradisional

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Mohammad Romadoni
KEARIFAN LOKAL: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa berinteraksi bersama para pelajar SD dan SMP, usai membuka perlombaan olahraga tradisional antar pelajar di Gor Dinas Pendidikan, Sooko, Kabupaten Mojokerto. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengajak pelajar melestarikan olahraga tradisional melalui perlombaan antar SD dan SMP se-Kabupaten Mojokerto.
  • Olahraga tradisional seperti gobak sodor, egrang, dan engklek dianggap dapat menanamkan nilai kebersamaan, kerja sama, kejujuran, dan pantang menyerah.
  • Kegiatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pelajar pada dunia digital dan mendorong aktivitas fisik serta interaksi sosial di sekolah.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra), mengajak pelajar melestarikan warisan budaya olahraga tradisional di tengah dominasi era digital.

Cara melestarikan olahraga tradisional salah satunya melalui perlombaan antar pelajar tingkat SD dan SMP Se-Kabupaten Mojokerto, yang digelar kolaboratif oleh Dinas Pendidikan, Disbudporapar, dan KORMI Kabupaten Mojokerto.

Bupati Gus Barra mengatakan, olahraga tradisional dapat membentuk karakter siswa terutama nilai kebersamaan, pelestarian dan gotong royong.

"Permainan tradisional di antaranya gobak sodor, egrang, engklek dan lainnya terdapat pelajaran tentang kerja sama, kejujuran dan pantang menyerah. Ini yang ingin kita hidupkan kembali di kalangan pelajar Mojokerto," kata Gus Barra, Selasa (11/11/2025).

Ia mengungkapkan, olahraga tradisional dapat menjadikan sarana aktivitas bermain bagi siswa tanpa ketergantungan dengan dunia digital.

Sehingga, pelajar tidak terjebak dalam kebiasaan pasif beraktivitas di depan layar Handphone dan mereka bergerak aktif dan berinteraksi dengan teman sejawat di lingkungan sekolah.

"Kita ingin anak-anak di Kabupaten Mojokerto menjadi generasi yang sehat, kuat mental dan bangga (Olahraga tradisional) budaya sendiri," pungkas Bupati Mojokerto.

Gus Barra menyebut, kegiatan perlombaan olahraga tradisional tingkat pelajar ini juga merupakan bagian upaya Pemkab Mojokerto, untuk membangun SDM (Sumber daya manusia) yang unggul berlandaskan kearifan lokal. 

"Kami berharap olahraga tradisional menjadi kegiatan rutin di sekolah, sebagai sarana menumbuhkan sportivitas, solidaritas dan semangat kebangsaan," tukasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved