Fenomena Hewan Unta di Mojokerto, Juru Sembelih Unta di Indonesia Masih Langka

Fenomena kurban unta di Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
PETERNAK UNTA - Pengelola Peternakan, Faisal Effendi menunjukkan hewan kurban unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng,  Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim).  

Ringkasan Berita:
  • Kurban unta di Mojokerto viral menjelang Idul Adha 2026 dan berpotensi menjadi alternatif selain sapi dan kambing.
  • Juru Sembelih Halal (Juleha) dinilai perlu peningkatan kompetensi karena teknik penyembelihan unta berbeda dengan hewan lain.
  • Harga unta yang mencapai lebih dari Rp200 juta membuatnya hanya bisa dijangkau kalangan tertentu, namun tetap sah secara syariat Islam.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Fenomena kurban unta di Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Keberadaan unta sebagai primadona baru diprediksi tidak hanya sekadar tren sesaat, yang berpotensi menjadi alternatif pilihan hewan kurban selain sapi atau kambing pada tahun mendatang.

Namun ternyata muncul tantangan baru bagi para Juru Sembelih Halal (Juleha), yang harus upgrade tata cara menyembelih hewan gurun pasir itu.

Anggota Komisi Fatwa MUI Mojokerto, H Wajih Kifai mengatakan pelatihan menyembelih hewan kurban unta tergolong langka di Indonesia khususnya di daerah.

Baca juga: Cara Peternak Jinakkan Unta-unta Viral di Mojokerto Pakai Wortel, Pengunjung Bebas Biaya

Juleha Perlu Adaptasi Teknik Penyembelihan

Karakteristik anatomi unta berbeda dengan sapi atau kambing, sehingga para Juleha dituntut meningkatkan kompetensinya 

"Karena di Indonesia jarang kurban unta, ya belum ada pelatihan menyembelih hewan kurban tersebut," ujar Gus Wajih, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, menyembelih hewan kurban unta lebih gampang ketimbang sapi atau kerbau. Apalagi, unta termasuk hewan jinak dan penurut berbeda dengan sapi. 

Pengalaman itu diperolehnya, saat
Gus Wajih tinggal selama 6 tahun saat kuliah di Universitas Ahgaff prodi Syariah Wal Qonun (Hukum Islam dan Undang-Undang) di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. 

"Setahu saya justru unta lebih mudah ketimbang sapi yang harus butuh beberapa orang untuk menggulingkan hewan kurban. Kalau unta lebih tenang dan penurut, jadi lebih gampang," jelasnya.

Ustaz Wajih sekaligus anggota Juleha menjelaskan, peralatan  potong unta hampir sama dan tidak perlu menggunakan alat khusus.

Letak perbedaannya adalah, menyembelih unta dengan cara Naher (Ditusuk pangkal leher).

Sedangkan, cara menyembelih hewan kurban sapi yaitu Dzabhu seperti pada umumnya di tanah air.

"Cara Naher digunakan karena unta memiliki leher yang lebih tebal ketimbang sapi. Alatnya sama yang dipakai di sini terpenting harus tajam agar tidak menyiksa hewan kurban," pungkasnya.

Baca juga: Jatim Terpopuler: Unta Viral Peternakan Mojokerto hingga Harga Sapi Kurban Naik Rp4 Juta

Harga Unta Capai Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, tokoh agama di Mojokerto, Muttaki turut menanggapi viralnya kurban unta yang membuat masyarakat antusias merayakan Hari Raya Idul Adha tahun 2026 ini. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved