Berita Viral

Surat Kop Kemenag Minta Wali Murid Terima Risiko Program MBG Jadi Sorotan, Siap Tanggung Keracunan

Dalam surat, wali murid diminta agar menerima sejumlah risiko yang bisa timbul akibat program Makan Bergizi Gratis.

Tayang:
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
X
TERIMA RISIKO MBG - Beredar surat dengan kop Kemenang meminta wali murid MTsN 2 Brebes agar bersedia atas risiko MBG, Selasa (16/9/2025). Risiko-risiko tersebut meliputi keracunan hingga tempat makan hilang. 

TRIBUNJATIM.COM - Surat edaran dengan kop Kemenag, belakangan viral di media sosial.

Surat edaran yang disebut dari Kemenag tersebut ditujukan kepada wali murid MTsN 2 Brebes, Jawa Tengah.

Mereka meminta agar menerima sejumlah risiko yang bisa timbul akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Tak Bisa Makan Menu MBG, Sarman Siswa SD Pernah Nekat Icip Langsung Lemas & Sakit Kepala Hebat

Diketahui, surat tersebut beredar pada September 2025.

Tangkapan layar surat edaran kemudian ramai diunggah ke platform media sosial X dan Instagram.

Unggahan itu pun menuai pro dan kontra dari netizen.

Banyak netizen menyoroti isi surat yang dinilai janggal.

Dalam surat tersebut, orang tua murid diminta menyetujui enam risiko yang bisa timbul dari program MBG.

Dilansir dari Tribun Jateng, risiko tersebut antara lain:

1. Gangguan pencernaan, misalnya sakit perut, diare, atau mual.

2. Reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu yang mungkin tidak teridentifikasi sebelumnya.

3. Kontaminasi ringan terhadap makanan akibat faktor lingkungan atau distribusi.

4. Ketidakcocokan makanan dengan kondisi kesehatan pribadi anak.

5. Keracunan makanan yang disebabkan faktor di luar kendali sekolah atau panitia, seperti proses pengiriman atau kelalaian pihak ketiga.

6. Denda Rp80.000 bila tempat makan yang disediakan rusak atau hilang.

Beredar surat dengan kop Kemenang untuk wali murid MTsN 2 Brebes meminta wali murid agar bersedia atas risiko MBG, Selasa (16/9/2025). Risiko-risiko tersebut meliputi keracunan hingga tempat makan hilang.
Beredar surat dengan kop Kemenang untuk wali murid MTsN 2 Brebes meminta wali murid agar bersedia atas risiko MBG, Selasa (16/9/2025). Risiko-risiko tersebut meliputi keracunan hingga tempat makan hilang. (X)

Selain mencantumkan risiko, pada bagian bawah surat terdapat dua pilihan:

1. Menerima Makan Bergizi Gratis, atau

2. Menolak Makan Bergizi Gratis.

Surat tersebut juga menyediakan ruang tanda tangan bermaterai Rp10.000.

Tak pelak, surat ini pun langsung mengundang komentar publik.

Salah satu akun X menulis, "Dan ternyata gak hanya di Brebes. Di Kabupaten Tanah Datar Sumbar dan di Cirebon juga," kata @murtadhaone1.

@rab***: Kop surat kantor kementrian agama tapi konsep ny maksa kek komunis

@sot****: anak2 disuruh tanggung resiko akibat program MBG @prabowo?

Hingga kini, pihak Kementerian Agama maupun sekolah terkait belum memberi klarifikasi resmi soal surat pernyataan tersebut.

Namun, beredarnya surat yang meminta orang tua menanggung risiko MBG terhadap kesehatan anak memicu pro dan kontra di masyarakat luas.

Baca juga: Buah Tak Segar dan Lauk Terlalu Asin, Siswa SD di Lumajang Keluhkan Menu MBG

Program MBG yang dicanangkan pemerintah seharusnya menjadi harapan baru bagi para orang tua untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Namun, harapan ini justru berubah menjadi kekecewaan bagi sejumlah wali murid di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro.

Salah satu orang tua siswa di Madrasah yang berada di Desa Sumuragung, berinisial H, mengaku kecewa dengan kualitas makanan yang diterima anaknya.

Dalam dua hari terakhir, menu yang dibagikan dinilai jauh dari kata bergizi.

Isi menunya cuma nasi, sepotong tempe goreng, dan tiga biji anggur merah.

"Ini gizinya di mana? Katanya makan bergizi?" ungkapnya pada kamis (11/9/2025).

Hal senada juga disampaikan oleh Siti, orang tua murid lainnya.

Ia menuturkan, menu sebelumnya pun tak kalah mengecewakan.

Menu hanya terdiri dari potongan roti tawar, selada air, potongan mentimun, tahu, serta telur dadar tipis.

MAKAN BERGIZI - Penampakan menu MBG di sekolah dasar di wilayah Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo yang hanya berisi nasi goreng, potongan tempe goreng dan tiga biji buah anggur. 
Penampakan menu MBG di sekolah dasar di wilayah Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, yang hanya berisi nasi goreng, potongan tempe goreng, dan tiga buah anggur. (Istimewa)

Kejadian ini, oleh para wali murid sudah sampaikan ke bagian dapur SPPG yang mengurusi, tapi jawabanya normatif.

"Katanya akan dilakukan perbaikan, Biasanya kalau sudah ramai atau viral baru ada tindakan. Kalau lihat di sekolah lain, menunya jauh lebih bagus," tegasnya.

Setelah keluhan para orang tua mulai ramai dibicarakan, barulah ada perubahan dalam menu yang dibagikan.

Menurut Siti, pagi ini anaknya menerima menu yang sedikit lebih bervariasi, yakni nasi kebuli, sayuran oseng wortel dan buncis, telur rebus, kering tempe, serta tiga biji buah anggur.

Meski begitu, ia menilai masih ada yang kurang, yakni tidak ada susu.

"Padahal kalau namanya makan bergizi, ya harus lengkap. Semoga ke depan bisa terus lebih baik," harapnya.

Baca juga: Ratusan Siswa Wonogiri Mendadak Tak Sekolah Setelah Santap MBG, Isi Menu Diduga Meracuni

Menanggapi keluhan sejumlah orang tua siswa terkait menu MBG yang dinilai tidak layak, perwakilan yayasan pengelola MBG untuk sekolah di wilayah Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Zula, memberikan penjelasan.

Menurutnya, menu yang disajikan sebenarnya sudah sesuai standar gizi.

Hanya saja, dari segi tampilan mungkin kurang menarik karena cara penyajian yang kurang tepat.

Dalam menu yang disajikan untuk para siswa, kata Zula, sudah sesuai, ada sayur lengkap dengan dagingnya.

Hanya saja, bola daging dan irisan wortel itu diiris-iris lalu dicampur dalam nasi gorengnya. 

"Sehingga dari segi tampilan mungkin terlihat kurang. Tapi insyaallah kebutuhan gizi sudah tercukupi," jelas Zula.

Adanya laporan dan keluhan dari wali murid, lanjut Zula, pihak yayasan langsung melakukan evaluasi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

Dia juga memastikan, ke depan kejadian tersebut tidak terulang kembali.

"Kemarin langsung kita evaluasi kaitan pemorsian itu. Pihak ahli gizi juga sudah meminta maaf."

"Seharusnya bola daging dan irisan wortel disajikan terpisah dari nasi, sehingga nampan makannya bisa penuh dan tampilannya lebih baik lagi."

"Untuk ke depan sudah kita evaluasi, insyaallah hal demikian tidak terulang lagi," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved