Berita Viral
Mengulik Sosok-sosok di Balik Pengerjaan MBG, Apa Sebenarnya yang Salah dari Program Tersebut?
Apa sebenarnya yang salah dari program MBG yang jadi unggulan dan prioritas pemerintah?
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Ia tercatat menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan fokus pada pertanian dan proteksi tanaman.
Karier akademis itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya menduduki jabatan strategis.
Pada 19 Agustus 2024, lewat Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024, Presiden Joko Widodo resmi melantik Dadan Hindayanasebagai Kepala BGN.
Ia pun menjadi pejabat pertama yang memimpin lembaga baru tersebut, yang dibentuk berdasarkan Perpres No. 83 Tahun 2024.
Sebagai kepala lembaga, Dadan Hindayana mendapat mandat besar: mengawal pelaksanaan program prioritas nasional di bidang pangan dan gizi, termasuk MBG yang kini jadi buah bibir.
Baca juga: Senyum Tukang Cuci Kotak Makan MBG saat Terima Amplop Gaji, Lebih Tinggi Daripada Honor Guru Sekolah
Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana bukanlah nama baru di dunia akademik pertanian Indonesia.
Lahir di Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967, ia meniti karier panjang sebagai seorang entomologis atau ahli serangga.
Kemudian dirinya dipercaya menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 19 Agustus 2024.
Perjalanan akademik Dadan Hindayana cukup mengesankan.
Setelah meraih gelar Sarjana Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor (IPB) (1986–1990), ia melanjutkan studi ke Jerman.
S2 Entomologi Terapan, University of Bonn (1995–1997)
S3 Entomologi, Leibniz Universität Hannover (lulus 2000)
Melanjutkan program doktoral kembali di IPB
Fokus pendidikannya membentuk fondasi keahliannya dalam dunia pertanian, hama, dan serangga.
Kiprah Dadan Hindayana banyak mewarnai dunia pendidikan.
Kepala BGN
Badan Gizi Nasional (BGN)
Dadan Hindayana
program MBG
kasus keracunan siswa karena MBG
berita viral
meaningful
Multiangle
TribunJatim.com
| Akal-akalan Remaja 17 Tahun Tipu 10 SPBU Pakai Bukti Transfer Palsu, Pinjam Mercy hingga Fortuner |
|
|---|
| Nasib Pria Babak Belur Dihajar Massa setelah Culik Murid SD, Bawa Korban Naik Kendaraan Umum 64 Km |
|
|---|
| Pengakuan Menantu yang Dituduh Racuni Lansia Pakai Sate Ayam, Sebut Kirim Jampi-jampi Demi Uang |
|
|---|
| Anak Polisi Buat Lomba Komentar Rasis Berhadiah Rp 100 Ribu, Sempat Sesumbar Tak Takut Dilaporkan |
|
|---|
| Ungkapan Nadiem Makarim saat Pertama Kali Ditahan dan Isolasi Sendirian, Berharap Hanya Mimpi Buruk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Program-MBG-yang-hingga-kini-masih-jadi-sorotan-karena-bermasalah.jpg)