Breaking News

Berita Viral

Warga Krayan Hanya Bisa Rasakan Listrik 12 Jam Sehari, PLN Kerja Keras Hadapi Musim Hujan

Warga Krayan Selatan, Kalimantan Utara ternyata tak bisa merasakan listrik seperti yang dirasakan di kota-kota besar seperti Pulau Jawa.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Dok.Camat Oktafianus Ramli/Kompas.com
JALUR EKSTREM - Mobil gardan ganda melewati jalan lumpur untuk menggeser PLTD di perbatasan RI Malaysia, dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kaltara. Masyarakat Krayan memiliki harapan listrik normal 12 jam. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Krayan Kalimantan Utara harus menghadapi puasa listrik karena dapat jatah hanya 12 jam dalam sehari
  • Akses menuju lokasi permukiman di perbatasan dataran tinggi Indonesia-Malaysia ini sangat ekstrem
  • PLN bekerja keras ketika musim hujan karena jalanannya yang ekstrem

 

TRIBUNJATIM.COM - Camat Krayan Selatan, Kalimantan Utara, Oktafianus Ramli menceritakan penderitaan masyarakat yang tinggal di Krayan Selatan, Kalimantan Utara, setelah beberapa minggu terkendala cuaca dan masalah teknis.

Masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di dataran tinggi Krayan ternyata hanya bisa merasakan listrik selama 12 jam dalam satu hari.

Puncak nyala listrik pada pukul 18.00-20.00 WITA lalu listrik kembali padam karena tegangannya yang kurang.

Petugas PLN akhirnya mulai menggeser Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di dataran tinggi Krayan, Kalimantan Utara, setelah beberapa minggu terkendala cuaca dan masalah teknis.

Pengakuan camat

"Kemarin, mesin PLTD untuk listrik warga Krayan Selatan sudah digeser ke Long Layu," ujar Camat Krayan Selatan, Oktafianus Ramli, saat dihubungi pada Senin (22/12/2025).

Oktafianus mengatakan, sudah lama masyarakat Krayan mengeluhkan kondisi kelistrikan. Sebab, selama ini, mereka hanya menikmati listrik selama 12 jam.

Apalagi, menurut dia, listrik selama ini hanya bersumber dari PLTD dengan kapasitas 80 Kwh. Akibatnya, setiap listrik baru menyala antara pukul 18.00-20.00 wita, langsung byarpet karena saat itu menjadi beban puncak pemakaian listrik.

"PLN akhirnya mengirim mesin baru dengan kapasitas 100 Kwh. Semoga kendala yang selama ini terjadi, segera teratasi," katanya.

Layang-layang yang tersangkut di jaringan transmisi SUTT/SUTET bisa mengganggu kontinuitas penyaluran listrik, 2020.
Layang-layang yang tersangkut di jaringan transmisi SUTT/SUTET bisa mengganggu kontinuitas penyaluran listrik, 2020. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/PLN UIT JBTB)

Perjuangan Menggeser PLTD

Kemudian, Oktafianus menceritakan sulitnya memindahkan mesin PLTD tersebut. Pasalnya, akses jalan Krayan berubah menjadi berlumpur setiap kali musim penghujan.

Selain itu, di akhir tahun, mobil pengangkut banyak disewa masyarakat untuk belanja dan semua hal berkaitan dengan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Tidak mudah mendapat mobil sewa di Krayan. Jalannya juga tak bisa dilewati, harus menunggu cuaca tidak hujan," ujar Oktafianus.

Tak berhenti sampai di situ, menurut dia, petugas PLN juga harus membuat dudukan yang pas untuk mesin PLTD.

Baca juga: KPAI Bongkar Hasil Pengamatan Kejiwaan Siswi SD yang Habisi Ibu Kandung, Ada 16 Saksi Termasuk Ahli

Ditambah lagi, keberangkatan teknisi pasti akan terhambat sistem pembelian tiket pesawat ke Krayan di musim Nataru.

Sebab, banyak yang ingin kembali ke Krayan saat libur Nataru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved