Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Direktur Bank Angkat Bicara Usai Digerebek Warga Terkait Dugaan Asusila

Pejabat PT BPR Bank Wonogiri yang berstatus direktur itu kini menjadi sorotan. Sebelumnya ia dikabarkan digerebek warga saat bersama karyawan

Editor: Torik Aqua
Istimewa/Tribun Pontianak
ASUSILA - Ilustrasi penggerebekan (gambar tidak ada kaitan dengan berita). Direktur bank angkat bicara setelah dikabarkan digerebek warga karena diduga berbuat asusila. 

Ringkasan Berita:
  1. Direktur PT BPR Bank Wonogiri, Mohamad Hasyim, digerebek warga saat berada di rumah bersama karyawan perempuan.
  2. Kasus ini menjadi sorotan publik dan berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank.
  3. Nasib Mohamad Hasyim akan ditentukan melalui RUPS oleh Pemkab Wonogiri dan PDAM selaku pemegang saham.

 

TRIBUNJATIM.COM - Direktur bank angkat bicara usai dirinya digerebek karena dicurigai berbuat asusila dengan seorang wanita di rumah.

Pejabat PT BPR Bank Wonogiri yang berstatus direktur itu kini menjadi sorotan.

Sebelumnya ia dikabarkan digerebek warga saat bersama dengan seorang karyawan wanita.

Kini direktur bank itu angkat bicara menjelaskan masalahnya.

Baca juga: Bupati Heran Direktur Bank Bayar Rp 5 Juta ke Warga setelah Bantah Berbuat Asusila saat Digerebek

Walau begitu, kabar sudah beredar, kini nasibnya akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pemkab Wonogiri dalam hal ini Bupati Wonogiri bersama PDAM Giri Tirta Sari selaku pemegang saham disebut menjadi pihak yang berwenang mengambil keputusan.

Pejabat yang terlibat diketahui adalah Mohamad Hasyim, Direktur yang Membawahi Fungsi Kepatuhan (YMFK).

Sementara karyawan perempuan berinisial R.

Komisaris Utama PT BPR Bank Wonogiri, Aris Widodo, buka suara terkait peristiwa penggerebekan yang terjadi di sebuah rumah di Dusun Karang Talun, Desa Pokoh Kidul.

“Pengangkatan dan pemberhentian pengurus di BPR itu melalui RUPS. Jadi Bupati dan Direktur PDAM selaku pemegang saham,” jelas Aris, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, RUPS dalam waktu dekat juga akan segera digelar untuk membahas berbagai agenda, termasuk hasil klarifikasi kasus tersebut.

Terkait kemungkinan sanksi, Aris menyebut Hasyim berpotensi dikenai tindakan sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan.

Namun, keputusan tetap menunggu hasil RUPS.

“Kalau yang R, ranahnya direksi. Sanksinya dari direksi kalau terbukti. Nanti tergantung hasil klarifikasi,” katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved