Makna dan Uraian Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang membutuhkan keimanan untuk membenarkan dan meyakininya. 

Dokumentasi Tribun Cirebon
ISRA MIRAJ - Ilustrasi peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Isra Miraj salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang membutuhkan keimanan untuk membenarkan dan meyakininya. Pada 2026, peringatan Isra Miraj jatuh pada Jumat (16/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan kalender Hijriah resmi Kemenag RI, peringatan Isra Miraj 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.
  • Isra Miraj merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang membutuhkan keimanan untuk membenarkan dan meyakininya. 
  • Peristiwa agung ini menjadi fondasi penting dalam ajaran Islam karena di dalamnya ditetapkan kewajiban salat lima waktu, ibadah utama yang menjadi tiang agama.

 

TRIBUNJATIM.COM - Menurut perhitungan kalender Hijriah resmi dari Kementerian Agama RI, peringatan Isra Miraj 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Isra Miraj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam.

Peristiwa ini salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang membutuhkan keimanan untuk membenarkan dan meyakininya. 

Perjalanan ini tidak dapat diukur dengan logika manusia semata, karena terjadi atas kehendak (iradah) dan kekuasaan (qudrat) Allah SWT. 

Bagi orang beriman, Isra Miraj bukanlah sesuatu yang mustahil, sebab Allah Maha Kuasa memperjalankan hamba-Nya dalam waktu yang sangat singkat, bahkan sekejap mata.

Peristiwa agung ini menjadi fondasi penting dalam ajaran Islam karena di dalamnya ditetapkan kewajiban salat lima waktu, ibadah utama yang menjadi tiang agama.

Baca juga: Bacaan Doa Malam 27 Rajab 1447 H sebagai Amalan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj dalam Al-Quran

Dilansir dari MUI Sulawesi Selatan via kompas.tv, Isra Miraj disebutkan secara jelas dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surat Al-Isra ayat 1. 

"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."

Ayat ini menjelaskan bagaimana Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sebuah wilayah yang diberkahi.

Ayat tersebut menegaskan perjalanan ini merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang diperlihatkan kepada Rasul-Nya. 

Dengan demikian, Isra Miraj bukan sekadar kisah sejarah, melainkan peristiwa ilahiah yang memiliki dasar wahyu.

Baca juga: 4 Hikmah Peristiwa Isra Miraj yang Mengandung Pelajaran bagi Kehidupan

Tahap Pertama: Perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Tahap pertama Isra Miraj adalah Isra, yakni perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. 

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa beliau diperjalankan menggunakan Buraq, makhluk putih yang kecepatannya melampaui kendaraan apa pun yang dikenal manusia.

Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW mengikat Buraq di tempat para nabi biasa mengikat kendaraan mereka. Rasulullah SAW kemudian masuk ke dalam masjid dan melaksanakan salat dua rakaat.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved