Berita Internasional

Jika Perang Dunia III Pecah, Siapa yang Lebih Kuat Antara NATO vs Amerika Serikat?

Kondisi dunia internasional saat ini sedang memanas.   Itu karena ulah Amerika Serikat yang ingin mencaplok Greenland.

Editor: Januar
Tribun Jatim Network/USA Today
PASUKAN AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat belum akan menarik pasukannya dari Irak dalam waktu dekat demi memusnahkan kekuatan ISIS di negara itu. Wacana pencaplokan Greenland memicu ketegangan AS–NATO. Jika perang pecah, adu kekuatan militer berisiko menyeret dunia ke Perang Dunia III. 

Ringkasan Berita:
  • Wacana Presiden AS Donald Trump untuk menjadikan Greenland bagian dari AS memicu kekhawatiran serius NATO, karena Greenland merupakan wilayah kedaulatan Denmark dan otomatis berada di bawah perlindungan aliansi, sehingga langkah sepihak dinilai melanggar prinsip NATO dan hukum internasional.
  • NATO menilai aneksasi atau invasi AS ke Greenland berpotensi memicu konflik global, bahkan disebut dapat memicu Perang Dunia III dan mengancam keberlangsungan NATO

 


TRIBUNJATIM.COM- Kondisi dunia internasional saat ini sedang memanas.
 
Itu karena ulah Amerika Serikat yang ingin mencaplok Greenland.
 
Dilansir dari Tribunnews, wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah AS memicu kegelisahan serius bagi Pakta Pertahanan Atlantik (NATO).

Isu yang awalnya dianggap retorika politik kini berkembang menjadi kekhawatiran geopolitik global, menyusul pernyataan tegas Denmark yang menilai langkah tersebut berpotensi memicu konflik berskala besar.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa setiap serangan terhadap negara anggota NATO akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi.

Baca juga: Kode Keras untuk Amerika, China Daratkan 16 Pesawat Militer di Iran


Pernyataan ini mengacu pada prinsip dasar NATO yang tertuang dalam perjanjian pendiriannya, dimana agresi terhadap satu negara anggota mewajibkan respons kolektif dari seluruh anggota.

Greenland meski memiliki status semiotonom tetap merupakan wilayah kedaulatan Denmark dan secara otomatis berada di bawah payung NATO.

Pulau di Samudra Arktik ini memiliki nilai strategis tinggi karena letaknya yang krusial, kekayaan mineralnya, serta keberadaan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik milik AS yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini rudal balistik.

Pemerintahan Trump meyakini dengan menempatkan Greenland di bawah kendali Amerika, hal ini dapat menjamin kepentingan keamanan nasional AS.

Akan tetapi, NATO menolak keras gagasan pemerintahan Donald Trump untuk menempatkan Greenland di bawah kendali Amerika Serikat karena usulan tersebut dinilai bertentangan langsung dengan prinsip dasar aliansi, hukum internasional, dan stabilitas keamanan kawasan Atlantik Utara.


Selain itu, NATO berpandangan bahwa klaim keamanan nasional AS tidak dapat dijadikan pembenaran untuk perubahan status wilayah secara sepihak.

Jika skenario ekstrem terjadi, yakni AS melakukan invasi atau aneksasi paksa terhadap Greenland, konsekuensinya dinilai sangat besar.

Kondisi ini bahkan disebut-sebut dapat menjadi pemicu Perang Dunia III dan sekaligus mengakhiri eksistensi NATO seperti yang dikenal selama ini.

Berikut perbandingan kekuatan AS vs. NATO jika Perang Dunia III pecah karena persoalan Greenland, sebagaimana dikutip dari Newsweek.


Kekuatan Militer Amerika Serikat

AS merupakan kekuatan militer tunggal paling dominan di dunia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved