Telanjur Hamil Tapi Belum Siap Punya Anak, Pasangan Sejoli ini Nekat Lakukan Aborsi

AKP Joshua menegaskan, motif utama kedua tersangka melakukan aborsi adalah karena merasa belum siap memiliki anak.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Isya Anshori
BELUM SIAP - Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan saat dikonfirmasi terkait kasus dugaan aborsi, Kamis (29/1/2026). Sejoli nekat lakukan aborsi karena belum siap punya anak. 

Ringkasan Berita:
  1. Pasangan kekasih FAP (19) dan WTW (25) ditetapkan tersangka kasus aborsi.
  2. Kasus terungkap di Kabupaten Kediri, aborsi dilakukan di homestay Kota Kediri.
  3. Motif belum siap punya anak, bayi lahir prematur dan meninggal, ancaman 10 tahun penjara.

 

TRIBUNJATIM.COM - Alasan sepasang sejoli nekat menggugurkan bayinya.

Motif tersebut diungkap oleh Kepolisian Resor Kediri.

Peristiwa dugaan aborsi itu terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kabupaten Kediri berjarak sekitar 130 kilometer dari ibu kota Jawa Timur, Kota Surabaya.

Baca juga: Sejoli di Jombang Berduaan di Kuburan sampai Lupa Daratan, Tak Sadar Digerebek Warga

 Pasangan tersebut nekat menggugurkan kandungan lantaran mengaku belum siap memiliki anak.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Siti Khodijah, Kecamatan Gurah, terkait meninggalnya seorang bayi yang baru saja dilahirkan oleh seorang pasien perempuan, Selasa (27/1/2026) lalu.

"Berdasarkan laporan rumah sakit, kami mendapati indikasi adanya seorang perempuan yang melakukan aborsi. Dari informasi tersebut, kami langsung mendatangi rumah sakit untuk melakukan wawancara serta pengamatan terhadap yang bersangkutan dan para saksi," kata AKP Joshua, Kamis (29/1/2026).

Diketahui, pasangan kekasih tersebut masing-masing berinisial FAP (19) warga Kecamatan Kayen Kidul, dan WTW (25) warga Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Polisi lebih dahulu mengamankan WTW untuk menjalani pemeriksaan, sementara FAP masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dari hasil pendalaman, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tempat tinggal FAP yang berada di wilayah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Selain itu, petugas melakukan otopsi terhadap jenazah bayi yang dilahirkan.

"Hasil otopsi menunjukkan bayi berjenis kelamin laki-laki dengan usia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan," jelas AKP Joshua.

Menurut hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut sempat dilahirkan dalam kondisi hidup di rumah sakit.

Namun, karena lahir secara prematur dengan kondisi organ tubuh yang belum sempurna, bayi tersebut akhirnya meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved