Berita Terkini

Duduk Perkara Mahasiswa Bacok Mahasiswi di UIN Riau, Pacar Jadi Pemicu Peristiwa Sadis

Berikut ini adalah duduk perkara kasus pembacokan terhadap mahasiswi di UIN Riau.   Bermula dari korban yang sudah punya pacar.

Editor: Januar
Tribun Manado
Ilustrasi pembacokan terhadap mahasiswi di Riau 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), menjadi korban pembacokan di area kampus Pekanbaru, Kamis (26/2/2026) pagi, saat hendak menjalani sidang skripsi.
  • Pelaku Raihan Mufazzar (21) diduga sakit hati karena cintanya ditolak dan korban ingin mengakhiri hubungan, lalu datang dari Bangkinang dengan membawa dua senjata tajam (kapak dan parang) yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk menyerang korban.

 


 
TRIBUNJATIM.COM- Berikut ini adalah duduk perkara kasus pembacokan terhadap mahasiswi di UIN Riau.
 
Bermula dari korban yang sudah punya pacar.
 
Dilansir dari Tribunnews, aksi kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.

Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), menjadi korban pembacokan di area kampus, Kota Pekanbaru, Kamis (26/2/2026) pagi.

Kasus ini menambah daftar kekerasan berbasis relasi personal yang terjadi di ruang publik, termasuk kampus yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswa.

 Terkait hal tersebut, kasus ini menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan pada tahun 2025 mencatat ada 4.472 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Baca juga: Debt Collector Pinjol Jadi Sasaran Pembacokan di Jombang, Sempat Dikira Kucing Berkelahi

Pihak kepolisian pun membongkar motif sementara terkait aksi pembacokan ini.

Pelaku, Raihan Mufazzar (21) ternyata sudah berniat untuk membunuh korban.

Kasat Reskrim Polresta pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, motif sementara dari aksi yang dilakukan oleh tersangka adalah karena sakit hati.

 
Tersangka merasa sakit hati cintanya ditolak oleh korban.

"Motif sementara ini karena cinta ditolak," ujar Anggi, dikutip dari TribunPekanbaru.com.

Anggi juga menuturkan bahwa pelaku sengaja datang dari rumahnya untuk membunuh korban dengan membawa dua senjata tajam, kapak dan parang.

"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sebut Anggi.

Pihak kepolisian pun terus melakukan pendalaman.

Tersangka akan menjalani pemeriksaan kejiwaan serta tes urine.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved