Breaking News

Perang Iran

Daftar 12 Negara Paling Aman jika Perang Dunia III Terjadi, Ada Indonesia & Tuvalu

Berikut 10 negara yang dianggap relatif aman jika Perang Dunia III atau konflik global besar benar-benar pecah.

Editor: Alga W
TASS via Tribunnews.com
AMAN - Ilustrasi berita 10 negara yang dianggap relatif aman jika Perang Dunia III atau konflik global besar benar-benar pecah. 

TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah negara dianggap relatif aman jika Perang Dunia III atau konflik global besar benar-benar pecah.

Penilaian didasarkan faktor netralitas politik, letak geografis yang terisolasi, serta minimnya keterlibatan dalam konflik global.

Berikut 10 negara yang dinilai aman jika Perang Dunia III pecah, sebagaimana dikutip dari The Economic Times (24/11/2024), dilansir dari Kompas.com:

Baca juga: Kehabisan Rudal Lawan Iran, AS Ketar-ketir, Donald Trump Tegas Akan Terus Gempur

1. Islandia

Dilansir dari Metro UK, Sabtu (28/2/2026), Islandia telah mendapatkan reputasi sebagai salah satu negara paling damai di dunia.

Negara ini secara konsisten menempati posisi teratas dalam Global Peace Index karena tidak pernah terlibat dalam perang atau invasi skala penuh.

Meski menandatangani perjanjian bilateral dengan Ukraina, dukungan Islandia disebut terbatas pada bantuan pendanaan dan logistik transportasi dalam jumlah kecil.

Secara geografis, Islandia merupakan negara kepulauan yang relatif terpencil.

Posisi ini dinilai membuatnya lebih terlindungi dari dampak perang konvensional di daratan Eropa.

Namun, dalam skenario perang nuklir besar-besaran, efek radiasi tetap berpotensi mencapai wilayahnya meski dalam skala lebih kecil.

2. Selandia Baru

Selandia Baru menempati peringkat kedua dalam Global Peace Index dan dikenal mengambil sikap relatif netral dalam berbagai konflik internasional.

Selain faktor politik, kondisi geografisnya yang jauh dari pusat ketegangan global serta topografi pegunungan dinilai memberikan perlindungan tambahan bagi penduduknya.

Tak hanya itu, Selandia Baru memiliki populasi rendah dibandingkan luas lahan pertanian produktifnya, serta infrastruktur energi terbarukan yang cukup besar.

Kombinasi ini memungkinkan negara tersebut menyediakan pangan dan energi untuk warganya ketika rantai pasokan global terganggu, meski kehidupan tetap akan sulit dan menantang.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved