Perang Iran vs Israel Amerika
Pengamat Soroti Langkah Aneh Presiden Prabowo usai AS–Israel Serang Iran
Faisal juga meminta agar Prabowo segera mengutuk serangan. Hingga mendesak agar Prabowo keluar dari BoP, dan jangan menjadi mediator.
Ringkasan Berita:
- Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf mendesak Presiden Prabowo Subianto mengutuk serangan AS–Israel ke Iran.
- Serangan militer besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
- Pengamat menilai Indonesia sebaiknya keluar dari Board of Peace dan tidak menjadi mediator konflik.
TRIBUNJATIM.COM - Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf menilai Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah aneh usai Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Faisal juga meminta agar Prabowo segera mengutuk serangan tersebut.
Hingga mendesak agar Prabowo keluar dari Board of Peace (BoP), dan jangan menjadi mediator.
Sebab, ia menambahkan, keinginan Prabowo jadi mediator dalam konflik tersebut akan sia-sia, karena Iran tidak akan balas dendam atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca juga: Partai Buruh Minta Presiden Prabowo Umumkan Sikap RI soal Konflik Timur Tengah
"Yang harus dilakukan Presiden Prabowo sebenarnya bukan keinginan untuk menjadi mediator, karena kalau pun jadi mediator, siapa yang mau dipaksa untuk berhenti perang?" kata Faisal Assegaf, dikutip dari tayangan YouTube Abraham Samad, Kamis (5/3/2026).
"Kalau Iran nggak mungkin (menghentikan perang). Karena dia pasti akan membalas dulu kematian pemimpin tertingginya dan panglima angkatan bersenjata, komandan Garda Revolusi, terus Menteri Pertahanan," imbuhnya.
Hal pertama yang harus dilakukan Prabowo, kata Faisal Assegaf, yaitu mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran.
"Amerika dan Israel sudah kesekian kalinya melanggar hukum internasional dan Donald Trump memang sudah menyatakan sebelum dia membentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace), dia menyatakan bahwa dia tidak lagi mengakui hukum internasional, tidak butuh lagi hukum internasional," jelasnya.
"Kan aneh kita masuk di dalam lembaga yang dibikin dan dipimpin oleh orang yang tidak lagi menghormati hukum internasional yang anggotanya salah satu sekutu Amerika adalah penjahat perang," tutur Faisal.
Faisal menilai Prabowo aneh jika masih tetap bertahan di Board of Peace yang dipimpin oleh Donald Trump itu.
Ia juga menyoroti Prabowo belum mengucapkan belasungkawa atas kematian Ali Khamenei.
"Kita sudah lama bersahabat dengan Iran. Kalau hubungan kedua negara dalam level kedutaan besar itu artinya menganggap negara tersebut penting," ujarnya.
"Kita punya kedutaan di Iran, artinya kita menganggap level hubungan tertinggi dalam diplomatik kedutaan besar."
"Sampai sekarang Presiden Prabowo belum mengucapkan belasungkawa atas kematian pemimpin negara sahabatnya, Iran," tegasnya.
| Amerika Ungkap Serangan Iran Hancurkan Ratusan Aset dan Alutsista, Pesawat E-3 Sentry Ikut Hancur |
|
|---|
| Iran dan Amerika Nyaris Sepakat Akhiri Perang, Isi Perjanjian Damai Untungkan Siapa? |
|
|---|
| Kapal Perang Amerika Kabur seusai Kena Tembakan Rudal Iran saat Coba Lewati Selat Hormuz |
|
|---|
| Rudal dan Drone Iran Serang Uni Emirat Arab, Zionis Israel Diam-diam Kerahkan Iron Dome Bantu UEA |
|
|---|
| Kecoh Amerika, Kapal Tanker Iran Angkut 1,9 Juta Barel Minyak Lolos, Sudah Masuk Perairan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Presiden-Indonesia-Prabowo-Subianto-bersama-dengan-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump.jpg)