Berita Viral
Sosok Abu Janda atau Permadi Arya, Pegiat Medsos yang Diusir Keluar dari Acara Talkshow
Sosok Abu Janda diusir setelah menjalani debat panas. Debat itu membahas soal perang Iran vs Amerika Serikat-Israel.
Ringkasan Berita:
TRIBUNJATIM.COM - Sosok Abu Janda atau Permadi Arya, pegiat media sosial yang diusir dari acara talkshow yang ditayangkan oleh salah satu televisi nasional.
Abu Janda diusir setelah mengeluarkan kata-kata kasar dan mengamuk ketika debat dengan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti.
Abu Janda diusir setelah menjalani debat panas.
Debat itu membahas soal perang Iran vs Amerika Serikat-Israel.
Baca juga: Profil Nusa Bhakti Profesor yang Diremehkan Abu Janda saat Debat Perang Iran vs AS, Kekayaan Rp 5 M
Diskusi tersebut terjadi saat ketiganya menjadi narasumber di acara Rakyat Bersuara, iNews TV, pada Selasa (10/3/2026).
Menurut Abu Janda di tengah konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran, banyak masyarakat Indonesia yang bersikap anti-Amerika.
Abu Janda menyebut Amerika Serikat memiliki peranan besar terhadap kemerdekaan Indonesia.
Ikrar Nusa Bhakti lalu menanggapi pernyataan Abu Janda soal Amerika Serikat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia.
Namun belum memulai menjelaskan, Abu Janda selalu memotong ucapan Ikrar Nusa Bhakti dan narasumber lain.
Pakar politik itu lalu meminta Abu Janda untuk tidak menilai Amerika Serikat sebagai negara yang baik.
Suasana makin panas saat pakar hukum tata negara Feri Amsari mengungkapkan pendapatnya bahwa Indonesia memiliki utang besar terhadap bangsa Palestina atas pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.
Perdebatan berlanjut sampai Feri menilai sudah selayaknya Permadi Arya diusir dari ruang dialog yang merupakan ruang publik.
Permadi Arya langsung beranjak dari kursinya dan mendekati Feri Amsari di sisi lain sambil mengatakan, "Enggak usah lu usir, dengan senang hati gua pergi."
Profil Permadi Arya alias Abu Janda
Abu Janda bernama asli Permadi Arya alias Heddy Setya Permadi. Ia lahir pada 14 Desember 1973 di Jawa Barat.
Permadi Arya menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer Informatics IT School Singapura pada April 1997.
Kemudian ia menjadi Sarjana Business & Finance University of Wolverhampton, Inggris pada tahun 1999.
Abu Janda sebelumnya bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan.
Mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta hingga tambang batu bara (1999–2015).
Abu Janda dikenal sebagai seorang pegiat media sosial atau buzzer dengan akun Twitter bernama @permadiaktivis1. Tagline atau motonya adalah: "Melawan Teror dengan Humor".
Dilansir dari Tribunnews.com, Permadi Arya mengungkapkan nama panggung Abu Janda diciptakan pada Desember 2014 sebagai parodi terhadap teroris ISIS asal Indonesia bernama Abu Jandal Al Indonesi.
Nama tersebut dipelesetkan Permadi Arya dari "Jandal" menjadi "Janda" dan "Al-Indonesi" menjadi "Al-Bollywoodi" untuk melawan radikalisme menggunakan humor.
Sehingga ia menggunakan Abu Janda Al-Bollywoodi.
Jadi Relawan Politik
Setelah menjadi pegiat sosial, Permadi Arya mulai masuk pusaran relawan atau pendukung politik pada Pilpres.
Pada 2018, ia bergabung menjadi pegiat media sosial dan influencer tim sukses Joko Widodo pada Pilpres 2019.
Sementara pada Pilpres 2024, berdasarkan penelusuran Tribunnews, Permadi Arya menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto.
Ia bergabung ke dalam Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Permadi Arya memiliki akun Instagram terverifikasi dengan akun @permadiaktivis2 dan memiliki hampir 800 ribu pengikut.
Pada bio Instagram, ia menuliskan: MENTERI AGAMA (unofficial), RESEARCHER (Peneliti) sejarah Israel Palestina.
Diisukan Jadi Komisaris
Pada April 2025 lalu, media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya poster Permadi Arya yang diangkat sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator atau JMTO.
Tetapi, kabar tersebut dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kabar tersebut tidak benar. Tidak ada pengangkatan atas nama Permadi Arya sebagai komisaris JMTO," ungkap Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Violla, Selasa, 8 April 2025.
Viral Ngamuk di TV
Perdebatan sengit antara pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari berujung ricuh dalam sebuah program dialog televisi yang dipandu jurnalis Aiman Widjaksono.
Ketegangan di ruang siaran itu bahkan berakhir dengan pengusiran Abu Janda dari studio setelah perdebatan keduanya memanas dan disertai makian.
Potongan video peristiwa tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Dialog tersebut membahas konflik yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat–Israel.
Abu Janda menyebut Amerika Serikat memiliki peranan besar terhadap kemerdekaan Indonesia.
Menurut Abu Janda NICA (Netherlands Indies Civil Administration) meninggalkan Indonesia karena tekanan dari Amerika Serikat.
"Amerika tuh punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang tuh ingetnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang,
"Setelah kita proklamasi, kita dijajah lagi sama Belanda. Sampai tahun 49. Yang dikenal dengan agresi Belanda kedua, silakan cek. Dan itu tidak mudah buat para pahlawan kemerdekaan kita. Karena memang supremasi militer Belanda tuh memang terlalu kuat waktu itu. Bahkan Jendral Sudirman pun hanya bisa melawan Belanda dengan taktik hit and run. Apakah dengan hit and run itu efektif untuk mengusir Belanda dari bumi Pertiwi? I don't think so. Tapi tiba-tiba tahun 49, tiba-tiba Belanda mudik. Karena siapa? Karena ditekan Amerika brother," jelas Abu Janda.
Ikrar Nusa Bhakti lalu menanggapi pernyataan Abu Janda soal Amerika Serikat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia.
Namun belum memulai menjelaskan, Abu Janda selalu memotong ucapan Ikrar Nusa Bhakti.
"Amerika kenapa turun tangan pada 1948–49? Itu karena ada...," kata Ikrar Nusa Bhakti.
"Jangan ngaco ya Pak ya, tolong ya. Oh iya ini anda juga baca sejarah dong," celetuk Abu Janda.
Ikrar kemudian meminta Abu Janda untuk membaca buku karya George McTurnan Kahi.
"Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," ucap Ikrar.
Pakar politik itu lalu meminta Abu Janda untuk tidak menilai Amerika Serikat sebagai negara yang baik.
"Jangan anda pikir Amerika negara yang baik ya," ujar Ikrar.
Lagi-lagi Abu Janda memotong ucapan Ikrar, ia bahkan mengeluarkan kata 'anj*r'.
"Jangan menggunakan kata-kata itu," tegur Ikrar terhadap Abu Janda.
Setelah ditegur dan diminta tenang oleh Aiman, Abu Janda akhirnya diam.
Ikrar lalu melanjutkan penjelasannya soal propaganda Amerika Serikat di awal-awal kemerdekaan Indonesia.
Feri Amsari lalu menyoroti langkah Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang didirikan oleh Donald Trump.
Menurut Feri Amsari hal tersebut tidak etis, mengingat dalam BOP turut bergabung Israel.
Israel sendiri dinilai telah melakukan kejahatan perang di Palestina, termasuk serangan terhadap warga sipil dan anak-anak.
Feri Amsari kemudian mengingatkan jasa Palestina terhadap Indonesia.
Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1945.
Tak cuma itu, Feri Amsari juga membahas soal Muhammad Ali Taher.
Muhammad Ali Taher adalah saudagar kaya dan tokoh media asal Palestina (sering disebut sebagai bangsawan/raja media) yang menyumbangkan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.
Ia aktif melobi Liga Arab dan membantu pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Belanda di Timur Tengah.
"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka," kata Feri Amsari.
"Jadi kalau main hutang-hutangan sejarah, sebenarnya kita punya utang besar terhadap bangsa Palestina," imbuhnya.
Mendengar pernyataan tersebut, Abu Janda langsung mengamuk.
Ia menilai pernyataan Feri Amsari adalah hoaks.
"Hutang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina, hutang apaan bang? Jangan ngaco!" kata Abu Janda.
"Gue kasih tau ya, biar lo tau. Ada hoaks yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang ngakui kemerdekaan Indonesia itu hoaks," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Feri Amsari menyebut Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami persoalan.
"Semangat betul dengan salahnya. Yang memberikan sumbangan kepada Agus Salim adalah bangsawan Palestina untuk bergerak di Timur Tengah dalam upaya kampanye kemerdekaan, itu bukan hoaks," kata Feri.
Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.
Melihat situasi diskusi yang semakin tidak kondusif, Feri Amsari kemudian meminta Aiman Widjaksono sebagai pemandu acara untuk mengambil tindakan.
Apalagi Abu Janda sesekali menggunakan kata 'anjir' saat debat.
"Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, Bang Aiman, omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia," kata Feri.
Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.
"Gak usah lu usir, dengan senang hati, gue pergi," celetuk Abu Janda.
Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran.
"Silakan, dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan," sindir Feri.
Mendengar dirinya disebut tolol, Abu Janda semakin emosi dan melontarkan makian kepada Feri Amsari.
"Elu yang lebih toll goblk," kata Abu Janda.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, Aiman Widjaksono akhirnya meminta Abu Janda keluar dari ruang dialog.
"Enggak boleh, enggak boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar... Keluar...." teriak Aiman dengan lantang.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews
| Viral Guru Sugio Tolak MBG, Sekolah Protes Pengiriman Selalu Terlambat sampai Siswa Sudah Pulang |
|
|---|
| 12 Jam seusai Dadan Hidayana Dicopot, Kantor BGN Digeledah Kejagung, Karyawan Tak Bisa Naik |
|
|---|
| Awal Mula Dandi Pemuda Tulungagung Nikah Nenek Mendes yang Berusia 63 Tahun, Beri Mahar Rp 200 Ribu |
|
|---|
| Rincian Harta Kekayaan Seskab Teddy Indra Wijaya yang Balas Kritik Dino Patti Djalal Senilai Rp 20 M |
|
|---|
| Penyebab Rupiah Tembus Rp17.900 per Dollar AS Menurut Analis Mata Uang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Permadi-Arya-alias-Abu-Janda-pegiat-medsos-yang-diusir-keluar-saat-acara-talkshow.jpg)