Berita Viral

Penyebab Rupiah Tembus Rp17.900 per Dollar AS Menurut Analis Mata Uang

Rupiah turun ke level Rp17.919 per dollar Amerika Serikat. Analis mata uang menjelaskan faktornya.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RUPIAH ANJLOK - Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta. Rupiah turun ke level Rp17.919 per dollar Amerika Serikat atau Rupiah terdepresiasi 80,50 poin atau 0,45 persen. Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan domestik, Rabu (3/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah turun ke level Rp17.919 per dollar Amerika Serikat atau Rupiah terdepresiasi 80,50 poin atau 0,45 persen.
  • Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan domestik. 

 

TRIBUNJATIM.COM - Nilai tukar rupiah kini semakin tertekan di pasar spot.

Pada pembukaan perdagangan Rabu (3/6/2026), Rupiah turun ke level Rp17.919 per dollar Amerika Serikat atau Rupiah terdepresiasi 80,50 poin atau 0,45 persen.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan domestik. 

Dari eksternal, penguatan harga minyak dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen utama yang menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Harga minyak dunia menguat sekitar 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (2/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia, seiring pasar menantikan perkembangan negosiasi antara Iran dan AS terkait upaya penghentian konflik.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 1,02 dollar AS atau 1,1 persen menjadi 96 dollar AS per barrel. 

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,60 dollar AS atau 1,7 persen menjadi 93,76 dollar AS per barrel.

Level penutupan tersebut menjadi yang tertinggi bagi kedua acuan minyak sejak 26 Mei 2026.

“Hari ini rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya harga minyak mentah dunia. Minyak mentah WTI berada di level 93,76 dollar AS per barel, sementara Brent Crude Oil juga menguat ke level 96,72 dollar AS per barel. Di sisi lain, dollar AS juga mengalami penguatan pada perdagangan pagi ini,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Rabu.

Baca juga: Pakar Perbankan Bagikan Strategi Hadapi Rupiah yang Terus Melemah, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Faktor Penguatan Dollar AS

Menurutnya, salah satu faktor yang memicu penguatan dollar AS adalah stagnasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. 

Iran menilai langkah yang dilakukan Amerika Serikat tidak menunjukkan itikad baik karena di tengah upaya membangun kesepahaman dalam perundingan, serangan terhadap wilayah Iran masih terus berlangsung.

“Iran menilai apa yang dilakukan Amerika sangat licik. Saat membahas kesepahaman dalam perjanjian, Amerika tetap melakukan serangan terhadap wilayah Iran. Iran kemudian melakukan serangan balasan,” paparnya.

Inti persoalan yang masih menjadi hambatan dalam perundingan tersebut adalah isu pengayaan uranium.

Amerika Serikat menginginkan program pengayaan uranium Iran dihentikan, sementara Teheran menolak tuntutan tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved