Lebaran 2026

3 Tahun Gagal Ikut Mudik, Samuji Lega Kini Bisa Pulang Lampung Tanpa Keluar Uang

Samuji lega bisa mudik di Lebaran 2026 setelah tiga tahun gagal pulang kampung.

Tayang:
Penulis: Ani Susanti | Editor: Ani Susanti
KOMPAS.com/Farida
PROGRAM MUDIK GRATIS - Samuji (49), salah satu peserta program mudik gratis saat pemberangkatan di Plaza Kantor Pemkab Karawang, Selasa (17/3/2026). Ia lega bisa pulang kampung setelah tiga tahun gagal mendaftar. 
Ringkasan Berita:
  • Kisah Samuji yang akhirnya bisa mudik setelah tiga tahun gagal ikut program yang gratis
  • Target Pemkab soal program mudik gratis
  • Berita lain yang serupa

TRIBUNJATIM.COM - Samuji lega bisa mudik di Lebaran 2026 setelah tiga tahun gagal pulang kampung.

Pria berusia 49 tahun itu merupakan buruh pabrik asal Desa Walahar, Karawang, Karawang.

Ia akhirnya bisa berangkat mudik pada Selasa (17/3/2026).

Samuji dan keluarganya berhasil mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Baca juga: Sudah Beli Tiket Mudik Rp 1,2 Juta, Jumaidi Lemas Rumah Hangus Tak Tersisa, 58 KK Lain Senasib

Samuji mengaku telah mencoba mendaftar sejak tahun 2023, 2024, dan 2025.

Namun ia selalu gagal lantaran kuota yang cepat tersedia cepat habis.

“Baru sekarang 2026 bisa dapat kesempatan. Namanya juga belum rezeki waktu itu, ya mau gimana lagi,” ujarnya di saat pemberangkatan mudik gratis di Kantor Bupati Karawang, Selasa (17/3/2026).

Dalam perjalanan mudik kali ini, Samuji bersama istri dan anak-anaknya, total ada 7 anggota keluarga.

Ia hendak mudik ke Pemalang, Jawa Tengah.

“Tahun-tahun sebelumnya juga enggak bisa mudik sekeluarga, paling di Karawang saja,” kata Samuji, melansir dari Kompas.com.

Bagi Samuji, program mudik gratis ini sangat membantu dari segi biaya.

Sebab, harga tiket transportasi yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Kalau beli tiket sendiri bisa sekitar Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per orang. Sekarang juga bisa lebih mahal tergantung agen. Jadi lumayan hemat sekali,” katanya.

Dengan program mudik gratis, Samuji memperkirakan dirinya bisa menghemat biaya hingga jutaan rupiah untuk seluruh anggota keluarga.

Karena itu ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Karawang atas terselenggaranya program tersebut.

“Terima kasih kepada Bupati Karawang dan Pemkab Karawang yang sudah memberikan kesempatan buat mudik gratis,” ucapnya.

Pemkab Targetkan 1.930 Peserta

Pemerintah Kabupaten Karawang memberangkatkan 1.930 peserta mudik gratis Lebaran 2026 di Plaza Pemkab Karawang pada Selasa, (17/3).

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyebut sebanyak 23 armada disiapkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta mudik tampak antusias sekaligus haru saat hendak diberangkatkan.

Sejumlah keluarga terlihat melepas kerabat mereka dengan suasana penuh kehangatan.

Bus rombongan pemudik ini diberangkatkan sekitar pukul 10.00 WIB tepat di depan Gedung Anom Wirasuta.

Aep memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi layak jalan setelah melalui pengecekan ketat, termasuk pemeriksaan ulang sebelum keberangkatan.

Selain armada, kondisi sopir juga dipastikan aman melalui tes kesehatan dan tes urine.

Baca juga: 15 Tahun Merantau di Bandung, Mukhid Lega Hemat Rp 2 Juta karena Ikut Mudik Gratis ke Rembang

Program mudik gratis ini melayani sejumlah rute favorit seperti Surabaya, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, serta wilayah Jawa Barat bagian selatan seperti Garut, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari kuota yang langsung habis dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka.

Menurut Aep, program ini bertujuan menekan risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Ia juga membatasi jumlah pendaftar maksimal lima orang per keluarga agar lebih banyak masyarakat bisa terakomodasi.

“Tujuan kami agar masyarakat tidak mudik pakai motor karena rawan. Kita juga batasi maksimal lima orang per pendaftar supaya merata,” kata Aep.

Program ini merupakan kolaborasi Pemkab Karawang dengan Polres Karawang dan Apindo, serta didukung sejumlah pihak yang turut memberikan bingkisan kepada pemudik.

Ke depan, Pemkab akan mengevaluasi kemungkinan penambahan rute baru sesuai kebutuhan masyarakat.

Aep menambahkan, sistem perjalanan menggunakan satu titik penurunan di setiap kota tujuan.

Ia juga mengingatkan warga yang kembali ke Karawang agar mempertimbangkan kondisi ekonomi dan peluang kerja.

“Kami berupaya menjaga investasi di Karawang agar peluang tetap ada,” kata Aep.

Berita Lain

Setelah dua tahun tak mudik, Diwan akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Jakarta.

Mahasiswa itu selama ini merantau di Kabupaten Buleleng, Bali.

Ia bersyukur bisa pulang di Lebaran 2026 ini berkat mudik gratis yang digelar Polres Buleleng.

Ia berangkat pada Senin (16/3/2026) dari halaman Mapolres Buleleng.

Diwan mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan oleh kepolisian.

Ia mengatakan informasi mengenai program tersebut pertama kali didapat dari teman-teman.

Untuk memastikan kebenarannya, ia kemudian mengecek melalui media sosial.

"Dapat info pertama dari teman-teman. Kemudian saya cek lagi di Instagram, ternyata benar ada mudik gratis," kata Diwan, melansir dari Kompas.com.

Baca juga: Mudik Gratis 2026 Pemkab Sumenep Pakai Mekanisme Penggantian Biaya Tiket

Kesempatan itu langsung dimanfaatkannya.

Sebab, sudah dua tahun ia tidak pulang kampung ke Jakarta.

"Biasanya kalau hari raya seperti ini saya tidak pulang. Tapi, kali ini karena baru tahu ada mudik gratis, saya jadi pulang. Ini jadi kesempatan buat ketemu keluarga," ujarnya.

Perjalanan yang akan ditempuh Diwan pun cukup panjang.

Dari Buleleng, ia akan menuju Surabaya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan bus.

Meski belum sempat membeli oleh-oleh karena terburu-buru berangkat, hal itu tidak terlalu dipikirkannya.

Baginya, yang terpenting adalah bisa pulang dan bertemu keluarga.

Apalagi menjelang hari raya, kerinduan pada rumah tak lagi bisa ditunda.

“Yang pasti kangen masakan ibu di rumah. Biasanya dimasakin opor ayam, itu wajib sekali,” katanya.


Menurut Diwan, program mudik gratis tersebut sangat membantu, terutama bagi para perantau yang ingin pulang kampung namun memiliki keterbatasan biaya perjalanan.

Sebelum diberangkatkan, para peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan menerima obat-obatan sebagai bekal selama perjalanan.

"Cukup membantu. Di sini juga sudah disiapkan semuanya, dicek kesehatannya juga, dikasih obat buat bekal di perjalanan," ujarnya.

Meski demikian, ia berharap fasilitas bus yang disediakan bisa lebih ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya agar perjalanan pemudik semakin nyaman.

"Kalau bisa busnya dibagusin lagi tahun depan supaya yang lain lebih nyaman," katanya.

Baca juga: Hari Kedua, Puluhan Orang Sudah Daftar Program Mudik Gratis Dishub Bangkalan 2026

Sementara itu, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan program Mudik Presisi tersebut bertujuan membantu masyarakat yang hendak pulang kampung sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan selama musim mudik.

Tahun ini Polres Buleleng menyiapkan dua unit bus bantuan dari pihak rekanan yang melayani sejumlah tujuan di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, hingga Surabaya.

"Kami juga sudah menentukan titik pemberhentian agar memudahkan masyarakat yang nanti akan melanjutkan perjalanan dengan transportasi lainnya," jelasnya.

Sebanyak 60 orang tercatat mengikuti program mudik gratis tersebut.

Menurut Ruzi, pendaftaran hanya dibuka selama dua hari sejak Jumat lalu karena kuota langsung terpenuhi.

"Antusiasnya sangat baik. Bahkan ada yang menyampaikan memang menunggu program mudik ini dari tahun ke tahun," ujarnya.

Baca juga: Mudik Gratis Kemenkum 2026 Hadirkan Rute Jakarta ke Daerah Favorit di Jatim

Sebelum keberangkatan, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan, sopir, serta para penumpang.

"Kami lakukan ram check kendaraan, kemudian sopir juga menjalani tes kesehatan dan tes narkoba. Hasilnya negatif semua dan siap melaksanakan perjalanan," katanya.

Selain itu, para pemudik juga mendapat pemeriksaan kesehatan serta pendampingan sebelum diberangkatkan.

Bus kemudian dikawal petugas kepolisian hingga Pelabuhan Gilimanuk.

"Pengawalan kami lakukan sampai Gilimanuk untuk memastikan perjalanan aman dan lancar," ujarnya.

Meski mendapat pengawalan, para pemudik tetap mengikuti antrean penyeberangan seperti kendaraan lainnya.

"Yang kami berikan prioritas itu pengawalannya dari sini saja, memastikan sampai Gilimanuk dengan aman," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved